Ilustrasi pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gillette, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (9/7) waktu setempat. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Laga pembuka babak 8 besar atau perempat final Piala Dunia 2026 akan langsung menyajikan duel rasa final.

Prancis dan Maroko dijadwalkan saling berhadapan di Boston Stadium, Jumat (10/7) dini hari WIB, dalam pertandingan yang dinilai banyak pengamat sebagai pertemuan dua kandidat juara yang seharusnya terjadi di partai puncak.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Maroko sebenarnya harus menempuh jalur berat setelah hanya finis sebagai runner-up Grup B akibat kalah selisih gol dari Brasil. Situasi itu membuat Singa Atlas lebih cepat bertemu raksasa Eropa, Prancis, pada babak delapan besar.

Meski demikian, perjalanan Maroko menuju perempat final layak mendapat apresiasi tinggi. Tim asuhan Mohamed Ouahbi tampil luar biasa dengan menahan imbang Brasil pada fase grup, kemudian menyingkirkan Belanda melalui adu penalti sebelum mengakhiri perlawanan Kanada di babak 16 besar.

Baca juga:  Inggris Tutup Kualifikasi Piala Dunia 2026 Tanpa Cela

Lebih impresif lagi, Maroko datang ke laga ini dengan modal rekor 34 pertandingan tanpa kekalahan sejak takluk 0-1 dari Kenya pada Piala Afrika 2025. Catatan tersebut mempertegas konsistensi Singa Atlas sebagai salah satu tim paling berkembang di dunia.

Kekuatan Maroko tidak hanya terletak pada solidnya pertahanan, tetapi juga organisasi permainan yang rapi. Dipimpin kapten Achraf Hakimi, lini belakang hingga lini depan mampu bermain disiplin dengan transisi cepat. Kreativitas Brahim Diaz dan Azzedine Ounahi juga membuat pola serangan mereka sulit ditebak lawan.

Namun, tantangan terbesar kini datang dari Prancis yang tampil sangat meyakinkan sepanjang turnamen. Les Bleus menjadi salah satu tim paling produktif dengan koleksi 14 gol dan baru kebobolan dua kali, menyamai ketajaman Argentina sebagai tim tersubur di Piala Dunia 2026.

Baca juga:  Tundukkan Romania, Gol Kadioglu Bawa Asa Turki ke Piala Dunia 2026

Di bawah racikan Didier Deschamps, Prancis masih mengandalkan kecepatan dan efektivitas lini serang yang dipimpin Kylian Mbappe. Penyerang Real Madrid itu mendapat dukungan dari Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola, kombinasi yang membuat pertahanan lawan terus berada di bawah tekanan.

Meski secara statistik Prancis lebih tajam, Maroko memiliki sejumlah keunggulan yang patut diwaspadai. Singa Atlas mencatat jumlah umpan sukses lebih banyak, lebih agresif dalam melakukan pressing, serta lebih piawai memaksa lawan melakukan kesalahan. Dominasi lini tengah yang dikomandoi Ayoub Boudaddi dan Neil El Ayanoui diprediksi menjadi senjata utama untuk meredam permainan Les Bleus.

Sejarah memang lebih berpihak kepada Prancis. Dari enam pertemuan sebelumnya, Les Bleus mengantongi empat kemenangan. Salah satu yang paling dikenang adalah kemenangan 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2022 yang mengakhiri perjalanan sensasional Maroko.

Baca juga:  Piala Dunia 2026: Kalahkan Yordania, Austria Duduki Peringkat 2 di Klasemen Grup J

Namun, empat tahun berselang, situasinya berbeda. Maroko datang dengan skuad yang lebih matang, pengalaman lebih kaya, dan kepercayaan diri tinggi sebagai salah satu tim paling konsisten dalam dua tahun terakhir.

Pertandingan diprediksi berlangsung ketat sejak menit pertama. Prancis memiliki kualitas individu yang lebih mentereng, sedangkan Maroko mengandalkan kolektivitas, disiplin taktik, dan kemampuan menyerang lewat bola mati yang dikomandoi Hakimi dan Diaz.

Pemenang laga ini akan melangkah ke semifinal menghadapi pemenang duel Spanyol kontra Belgia. Jika Maroko mampu menciptakan kejutan, peluang lahirnya juara dunia baru semakin terbuka. Namun apabila Prancis yang lolos, jalan Didier Deschamps untuk mengukir sejarah sebagai pelatih pertama yang dua kali membawa negaranya menjuarai Piala Dunia akan semakin dekat menjadi kenyataan. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN