
DENPASAR, BALIPOST.com – Pura Dalem Kedatuan Kesiman kini menjadi pusat berkumpulnya puluhan sesuhunan Pura di Kesiman. Pura ini termasuk Pura tertua di Kesiman yang didirikan atas hadiah Raja Kesiman pada abad ke-17 kepada keturunan Ki Dalang Bruicek asal Gelgel. Karena termasuk Pura pemberian Keraton makanya diberi nama Pura Dalem Kedatuan.
Sejak sebulan lalu para pengempon dan pangemong Pura , sibuk nyanggra karya Padudusan lan Ngenteg Linggih dan Macaru Wrespati Kalpa. Puncak karya dilaksanakan pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (7 /7) dipuput Ida Pedanda Gede Putra Bajing sekaligus sebagai Yajamana Karya.
Acara juga dihadiri Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara dan Ketua DPRD Kota Denpasar , I Gusti Ngurah Gede serta pangelingsir Puri Gede Kesiman dan Puri Ageng Pemayun Kesiman.
Ketua Panitia Karya Wayan Wiranatha S.H.,M.H., menjelaskan bahwa Karya Padudusan lan Ngenteg Linggih dan Macaru Wrespati Kalpa digelar usia krama Pura menyelesaikan sejumlah pembangunan dan memperbaiki arca atau pralingga Ida Bhatara.
Hal ini dilakukan guna mensinergiskan juga dengan karya agung di Desa Kesiman yang dipusatkan di Pura Petilan Kesiman pada 2027.
Pencaruan Wrespatinl Kalpa dilakukan saat Sugihan Jawa, Melasti dilakukan Senin kemarin, maprani pada Sabtu (11/7) dan nyegara gunung dilakukan pada Minggu (12/7) di Segara Padanggalak.
Soal sejarah Pura Dalem Kedatuan Kesiman, budayawan asal Kesiman Guru Gede Anom Ranuara menjelaskan pura ini hadiah Raja Kesiman di era kerajaan. Makanya hanya dua Pura besar di Kesiman yang berisi nama Dalem yakni Pura Dalem Mutering Jagat Kesiman dan Pura Dalem Kedatuan sebagai pengabih utama Raja saat itu. Puncak pujawali dilakukan tiap Anggara Kasih Medangsia.
Pura ini dibangun oleh Raja Kesiman pada tahun 1617 setelah pemindahkan pusat kerajaan dari daerah Kuwum ke wilayah barat Tukad Ayung. Diakuinya, Pura Dalem Kedatuan Kesiman adalah salah satu pusat spiritual penting terkait erat dengan pelestarian tradisi sakral khususnya memohon taksu wayang dan dalang.
Sosok Sangging Maudara, tokoh dalang Gelgel Klungkung dianggap mampu meningkatkan taksu , kiprah dan peran puri dan kerajaan sehingga diberkati nama baru sebagai dalang puri dengan julukan Dalang Bruicek . Keturunannya diberikan hadiah lahan yang kini menjadi Pura Kedatuan Kesiman sebagai pemujaan dalang Bruicek.
Salah satu keunikan di Pura ini yakni ditemukan sejumlah palinggih soroh, yang terbanyak adalah Pasek Pulasari ada juga Arya Wangbang Pinatih, Bendesa Manik Mas, Bukian dan lainnya. (Sueca/balipost)










