
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Ditemukannya bos warung lawar godel, I Nyoman Cita alias Colik (50) asal Desa Negari, Kabupaten Klungkung di aliran Tukad Bubuh, Banjarangkan, Kamis (2/7) pukul 08.00 WITA masih menyisakan misteri. Banyak spekulasi berkembang terkait meninggalnya Colik, di antaranya korban diduga korban perampokan karena kalung emas dan liontin hilang serta luka di bagian leher dan badan.
Istri korban Ni Wayan Yeni (43) didampingi anaknya Gede Rangga (17) dan sejumlah keluarga ditemui di warung makan Lawar Godel Pakman Colik di Jalan Bypass Prof Mantra, Desa Negari menuturkan sebelumnya kejadian sekitar pukul 13.00 WITA, korban sempat pamit membeli obat. Dan sekitar pukul 18.00 WITA, korban mengaku akan mandi berendam di Tukad Bubuh (TKP).
Yeni menuturkan hingga pukul 20.00 WITA, korban belum juga pulang ke rumah, sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Istri korban kemudian memberitahu anak dan keponakannya untuk melakukan penelusuran di Tukad Bubuh. Dalam pencarian itu, ditemukan satu unit sepeda motor dalam kondisi terkunci di pinggir Jalan Bypass Prof Mantra dekat TKP.
Saksi sempat memanggil-manggil nama korban, namun sayang korban tidak menjawab. Informasi orang hilang menyebar, sehingga warga melakukan pencarian.
Namun karena sudah malam dan situasi gelap, pencarian pun dihentikan. Dan pencarian dilakukan keesokan harinya Kamis (2/7), akhirnya Colik ditemukan warga tewas mengambang di Tukad Bubuh.
“Kalung dan liontin hilang, dua cincin masih di jari,” kata ponakan korban.
Sebelumnya diberitakan, I Nyoman Cita alias Colik ditemukan tewas mengambang di aliran Tukad Bubuh sebelah selatan jembatan Bypass dekat Kantor KPU Klungkung. Ia sempat dilaporkan hilang pada Rabu (1/7).
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Nyoman Alit Punarwibawa, mengatakan setelah proses evakuasi selesai, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Klungkung untuk dilakukan identifikasi, pemeriksaan medis, dan visum et repertum guna mengetahui identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keterangan para saksi, serta hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban diduga meninggal dunia setelah mengalami luka robek pada bagian pinggang dan perut, kemudian hanyut dan tenggelam di aliran sungai. Luka yang ditemukan pada tubuh korban diduga merupakan akibat tindak kekerasan.
Namun demikian, untuk memastikan penyebab pasti kematian, perlu dilakukan pemeriksaan dan uji forensik (autopsi) oleh tim kedokteran forensik sehingga dapat diketahui secara ilmiah penyebab serta mekanisme kematian korban. (Agung Yuliantara/denpost)










