Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin Sosialisasi Beasiswa Nak Badung Tahun 2026, di ruang pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (29/5). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Baru dibuka 3 hari, Program Beasiswa Nak Badung langsung diserbu pendaftar. Dalam hitungan hari sejak pendaftaran dibuka pada 1 Juli, tercatat sekitar 900 siswa dan mahasiswa telah mendaftarkan diri.

Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga penutupan pada September 2026.

Tingginya angka pendaftar menjadi sinyal kuat bahwa program ini sangat dinantikan masyarakat.

Apalagi, Beasiswa Nak Badung hadir untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda daerah, baik di tingkat SMA maupun perguruan tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengungkapkan bahwa lonjakan pendaftar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat terhadap bantuan pendidikan. “Yang sudah mendaftar sekitar 900 orang. Itu mencakup seluruh jenjang yang masuk dalam program beasiswa, baik siswa SMA maupun mahasiswa,” ujar Dwipayana, saat dikonfirmasi Jumat (3/7).

Baca juga:  Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat dari Banjarbaru

Seluruh pendaftar nantinya akan menjalani proses verifikasi administrasi secara ketat. Tahapan ini penting untuk memastikan setiap calon penerima memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah. “Semua akan diverifikasi berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan. Untuk mahasiswa, mereka harus sudah diterima di perguruan tinggi terlebih dahulu, baru kemudian mengajukan beasiswa. Demikian juga siswa SMA akan difasilitasi oleh sekolah dalam proses pendaftarannya,” ungkapnya.

Dwipayana menjelaskan, program tahun ini memprioritaskan mahasiswa baru atau semester pertama. Hal ini disesuaikan dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru yang umumnya berakhir pada Agustus. “Proses penerimaan mahasiswa baru biasanya selesai pertengahan hingga akhir Agustus. Setelah itu, pada September dilakukan verifikasi berkas. Jadi pendaftaran efektif ditutup pada September,” paparnya.

Baca juga:  Dorong Kemajuan Perguruan Tinggi, Media Punya Peran Strategis

Dengan waktu pendaftaran yang masih cukup panjang, Pemkab Badung optimistis jumlah pendaftar akan terus bertambah. Bahkan, pemerintah memastikan anggaran yang disiapkan mampu menjangkau seluruh calon penerima yang memenuhi syarat. “Anggarannya cukup. Tahun ini kami siapkan sekitar Rp39 miliar untuk program Beasiswa Nak Badung,” tegasnya.

Program Beasiswa Nak Badung sendiri memberikan berbagai fasilitas bagi penerimanya. Untuk siswa SMA/SMK, bantuan mencakup pembayaran SPP atau uang komite, bantuan bulanan, hingga seragam sekolah di tahun pertama tanpa batasan kuota.

Baca juga:  Libur Lebaran, Lalu Lintas di Badung Selatan Padat Merayap

Sementara untuk mahasiswa, kuota awal ditetapkan sebanyak 450 orang dengan fasilitas lengkap, mulai dari pembiayaan UKT, bantuan laptop, uang saku, hingga biaya wisuda.

Adapun kriteria prioritas meliputi lama tinggal minimal lima tahun di Badung, penghasilan orang tua maksimal Rp5 juta per bulan, serta diutamakan bagi keluarga yang belum memiliki sarjana dan anak dari keluarga petani.

Melihat tingginya antusiasme, Dwipaya berharap program ini akan menjadi salah satu program unggulan Pemkab Badung dalam mencetak generasi berdaya saing melalui akses pendidikan yang lebih merata. (Parwata/balipost)

BAGIKAN