
SINGARAJA, BALIPOST.com – Penantian panjang selama 15 tahun akhirnya terbayar lunas bagi Hj. Siti Madrahasan (86), jemaah haji asal Kabupaten Buleleng. Perempuan yang tercatat sebagai salah satu jemaah tertua asal Buleleng pada musim haji tahun ini tersebut akhirnya kembali ke kampung halaman setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepulangan Hj. Siti Madrahasan disambut penuh sukacita oleh keluarga besarnya di Singaraja pada Sabtu (20/6). Setelah lebih dari sebulan berada di Arab Saudi, perempuan lanjut usia itu mengaku sangat bahagia bisa kembali berkumpul dengan anak, cucu, cicit, hingga sanak keluarga di Buleleng.
Salah satu cucunya, Saiful Anwar (34), mengatakan bahwa sang nenek memang sudah lama memendam keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Keinginan tersebut semakin kuat karena suami dan orang tua Hj. Siti Madrahasan sebelumnya juga pernah menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
“Nenek mendaftar haji tahun 2011. Sudah lama sekali ingin berangkat ke sana. Karena suami dan orang tuanya dulu juga pernah berhaji,” ujarnya.
Menurut Saiful, selama berada di Tanah Suci, seluruh rangkaian ibadah wajib berhasil dilaksanakan oleh neneknya. Meski usia sudah lanjut, kondisi fisiknya relatif baik. Hanya saja, kemampuan pendengarannya sudah tidak maksimal. Selama menjalani ibadah haji, Hj. Siti Madrahasan didampingi salah satu anaknya, Nur Hasanah (48).
“Alhamdulillah ibadah wajib semuanya sudah terlaksana. Kondisi fisik sehat. Memang sempat sakit karena kelelahan saat puncak ibadah, tetapi bisa pulih kembali,” katanya.
Setibanya di Buleleng, keluarga telah menyiapkan sejumlah rangkaian penyambutan. Selain menerima kunjungan kerabat dan tetangga, keluarga juga akan menggelar tradisi silaturahmi bersama para jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, H. Agus Annurachman mengatakan, jemaah haji Kloter 71 asal Buleleng tiba di Embarkasi Surabaya pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB. Setibanya di asrama haji, para jemaah menjalani proses penerimaan dan penyerahan air zam-zam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bali.
“Proses penerimaan selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu jemaah langsung diberangkatkan menggunakan empat bus menuju Bali,” jelasnya.
Menurut Agus, rombongan jemaah haji asal Buleleng tiba di daerah asal sekitar pukul 12.00 WITA. Dari total 109 jemaah yang tergabung dalam Kloter 71, satu orang dipulangkan lebih awal karena alasan kesehatan dan satu orang meninggal dunia, sehingga jumlah jemaah yang kembali bersama rombongan sebanyak 107 orang.
Jemaah yang dipulangkan lebih awal adalah Mas’ad Samah yang kemudian bergabung dengan Kloter 22. Keputusan tersebut diambil karena yang bersangkutan mengalami demensia sehingga membutuhkan penanganan khusus.
“Secara fisik beliau sehat, tetapi mengalami demensia sehingga perlu dipulangkan lebih awal untuk mendapatkan pendampingan yang lebih optimal,” ungkapnya.
Terkait kondisi kesehatan para jemaah yang baru tiba di tanah air, Agus menjelaskan seluruh jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan awal saat tiba di Surabaya. Selain itu, pemantauan kesehatan lanjutan juga akan dilakukan oleh rumah sakit maupun puskesmas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Biasanya ada pengawasan kesehatan sampai 20 hari setelah kepulangan. Namun secara umum kondisi jemaah yang kami terima dalam keadaan sehat,” tegasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










