
GIANYAR, BALIPOST.com – Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., menyerahkan bantuan kendaraan truk operasional kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tulikup dan Desa Lodtunduh.
Penyerahan yang berlangsung di Makodim 1616/Gianyar, Jumat (19/6) ini, menjadi komitmen nyata TNI dalam memperkuat fasilitas pendukung ekonomi perdesaan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas distribusi, mengoptimalkan pelayanan, serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis digital di wilayah Kabupaten Gianyar.
Letkol Kav Rizal Wijaya menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada semua elemen yang mendukung keberhasilan program ini. Dandim menegaskan, pentingnya pengelolaan koperasi secara profesional, transparan, dan patuh pada regulasi yang ditetapkan pemerintah bersama PT Agrinas selaku mitra pelaksana.
“Pengelolaan koperasi harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Program ini didesain agar benar-benar memberikan asas manfaat yang konkret dan mampu menaikkan taraf kesejahteraan masyarakat desa,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapan sebelum operasional penuh berjalan, PT Agrinas telah melakukan peninjauan lapangan serta simulasi operasional di KDKMP Desa Siangan. Dalam mekanisme tata kelola program ini, regulasi pembagian hasil sementara disepakati dengan rincian 60 persen dialokasikan untuk pengelolaan operasional koperasi, 20 persen dialokasikan untuk PT Agrinas selaku mitra pelaksana, 20 persen diserahkan kepada kas desa untuk mendukung pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat setempat.
Selain dukungan armada truk, setiap KDKMP di Gianyar juga akan difasilitasi dengan jaringan internet yang disediakan oleh vendor resmi. Penyediaan infrastruktur jaringan ini bertujuan agar sistem administrasi, pencatatan keuangan, dan pelayanan koperasi dapat beralih ke basis digital (modernisasi).
Dandim berharap seluruh pengurus koperasi memiliki komitmen kuat dan rasa optimis tinggi dalam menjalankan program KDKMP ini. Terlebih, launching program dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni ini, sehingga seluruh sarana, prasarana, dan administrasi pendukung harus dipastikan matang.
Ditegaskan pula bahwa program KDKMP hadir bukan untuk menjadi pesaing atau menggantikan koperasi yang sudah berdiri di desa. Sebaliknya, program ini berfungsi sebagai penguatan (stimulus) agar koperasi desa memiliki kapasitas yang lebih besar dan berdaya saing tinggi dalam menggerakkan roda ekonomi akar rumput. (Wirnaya/balipost)










