Grafik ilustrasi pertandingan penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 antara Turki melawan Paraguay yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Levi's, Bay Area, California, Amerika Serikat, Jumat (19/6) waktu setempat. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pertandingan sarat gengsi dan tekanan akan tersaji saat Turki menghadapi Paraguay pada laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Levi’s, Santa Clara, Sabtu (20/6) WIB. Setelah sama-sama terpuruk pada laga pembuka, kedua tim kini tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan.

Kekalahan 0-2 dari Australia membuat Turki berada dalam posisi sulit. Nasib serupa dialami Paraguay yang dipaksa menyerah 1-4 oleh tuan rumah Amerika Serikat. Hasil tersebut menjadikan duel di Santa Clara sebagai pertarungan hidup-mati bagi kedua negara.

Siapa pun yang kembali gagal meraih poin akan berada di ambang eliminasi dan harus menggantungkan harapan pada hasil pertandingan lain. Sebaliknya, kemenangan akan membuka kembali peluang menuju babak 16 besar, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Atmosfer pertandingan dipastikan berlangsung panas. Bukan hanya karena pentingnya tiga poin, tetapi juga karena kedua tim membawa beban besar untuk membuktikan bahwa kekalahan di laga pertama hanyalah sebuah kecelakaan, bukan cerminan kualitas sebenarnya.

Tim berjuluk Crescent-Stars datang dengan membawa kenangan indah dari Piala Dunia 2002. Saat itu, Turki juga mengawali turnamen dengan kekalahan sebelum bangkit dan melangkah hingga semifinal, pencapaian terbaik mereka sepanjang sejarah.

Baca juga:  Turki Pastikan Lolos ke Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pasukan asuhan Vincenzo Montella berharap sejarah bisa terulang. Apalagi perjalanan mereka menuju putaran final tidak mudah. Turki harus melewati babak play-off setelah finis di bawah Spanyol pada fase kualifikasi zona Eropa dan menyingkirkan Rumania serta Kosovo untuk merebut tiket ke Amerika Utara.

Motivasi untuk bangkit semakin besar karena skuad Turki dihuni generasi muda berbakat yang dipimpin kapten sekaligus playmaker andalan Hakan Çalhanoğlu. Selain itu, kreativitas Arda Güler, visi permainan Orkun Kökçü, dan kecepatan Kenan Yıldız menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Paraguay.

Namun tekanan besar juga menghampiri skuad Turki usai kekalahan dari Australia. Montella mengungkapkan bahwa kritik yang berlebihan mulai memengaruhi mental para pemainnya.

“Mereka adalah manusia, bukan robot atau mesin. Jadi mereka terpengaruh oleh betapa berlebihan beberapa reaksi yang diberikan,” kata Montella.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa duel melawan Paraguay bukan hanya ujian taktik, tetapi juga ujian mental bagi skuad muda Turki.

Baca juga:  Piala Dunia 2026, Bek Timnas Afsel Jadi Pemain Pertama Peroleh Kartu Merah

Di kubu seberang, Paraguay datang dengan tekad yang sama kuatnya. Los Guaraníes menolak dianggap sebagai tim pelengkap di turnamen yang berlangsung di benua Amerika ini.

Paraguay memiliki sejarah yang cukup membanggakan di Piala Dunia. Mereka pernah mencapai babak 16 besar pada 1986, 1998, dan 2002, sebelum mencatatkan prestasi terbaik dengan menembus perempat final pada 2010.

Generasi sekarang ingin menghidupkan kembali kejayaan tersebut. Dipimpin pelatih asal Argentina, Gustavo Alfaro, Paraguay masih memiliki pemain-pemain berpengalaman seperti Miguel Almirón, Julio Enciso, dan kapten tim Gustavo Gómez.

Meski kalah telak dari Amerika Serikat, Alfaro meminta publik untuk tetap memberikan dukungan kepada para pemain.

“Kritiklah saya. Anda boleh menyerang saya, tetapi jangan menyerang mereka. Lindungi mereka. Anda tahu mengapa? Karena ketika Piala Dunia berakhir, saya akan pergi, tetapi mereka akan tetap tinggal. Mereka akan tetap ada dan akan terus mewakili negara,” tegas Alfaro.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana besarnya tekanan yang sedang dihadapi Paraguay menjelang laga krusial ini.

Duel Perdana di Ajang Resmi

Menariknya, kedua negara nyaris tidak memiliki sejarah pertemuan. Turki dan Paraguay baru satu kali bertemu, yakni dalam laga persahabatan pada 1995 yang berakhir imbang tanpa gol.

Baca juga:  Napoli Juara Piala Super Italia Usai Tumbangkan Bologna

Pertandingan Grup D ini akan menjadi pertemuan resmi pertama mereka di turnamen kompetitif sekaligus kesempatan mencatat sejarah baru.

Turki diperkirakan tetap mengusung formasi 4-2-3-1 dengan Çalhanoğlu sebagai pengatur ritme permainan dan Arda Güler sebagai kreator serangan. Sementara Paraguay kemungkinan mengandalkan skema 4-4-2 dengan duet Julio Enciso dan Antonio Sanabria di lini depan.

Laga diprediksi berlangsung terbuka karena kedua tim wajib menang. Turki akan mengandalkan penguasaan bola dan kreativitas lini tengah, sedangkan Paraguay berpotensi mengandalkan serangan balik cepat serta kekuatan fisik dalam duel-duel udara.

Dengan nasib yang dipertaruhkan dan tekanan yang sama besar di kedua kubu, duel di Levi’s Stadium dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling emosional pada pekan kedua Piala Dunia 2026. Bagi Turki maupun Paraguay, kemenangan bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan penyelamat mimpi untuk tetap bertahan di panggung sepak bola terbesar dunia. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN