
DENPASAR, BALIPOST.com – Akulturasi budaya Bali dan Tiongkok mewarnai panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Senin (15/6). Penampilan delegasi seniman dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendapat apresiasi penonton melalui sajian seni tradisi yang memadukan unsur klasik dan modern.
Delegasi Tiongkok yang difasilitasi Konsulat Jenderal RRT, Hong Kong, dan Jiangxi menampilkan beragam kesenian, mulai dari musik tradisional, tari, hingga pameran warisan budaya tak benda. Sejumlah pertunjukan yang ditampilkan antara lain Opera Beijing bertajuk Gong dan Drum Tradisional Hakka, Konserto Perkusi Naga Terbang dan Harimau Melompat, serta tari Ribuan Biji Padi dalam Lukisan.
Selain pertunjukan panggung, pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi pembuatan payung kertas minyak, seni keramik, dan pameran kaligrafi yang memperkenalkan kekayaan budaya Tiongkok kepada masyarakat Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menyampaikan apresiasi atas partisipasi delegasi Tiongkok dalam BWCC. Kehadiran para seniman internasional tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat dialog dan kerja sama kebudayaan antarbangsa.
Menurutnya, partisipasi Tiongkok mencerminkan hubungan persahabatan dan kerja sama budaya yang terus berkembang antara Bali dan RRT. Melalui seni dan budaya, masyarakat dari berbagai negara dapat membangun pemahaman serta mempererat hubungan antarkomunitas.
Selain memperkaya khazanah seni dalam PKB, pertemuan budaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kurator Pesta Kesenian Bali, Prof. Dr. I Made Bandem, menilai delegasi Tiongkok berhasil menampilkan kekuatan tradisi yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Untuk Tiongkok, kebudayaan tradisinya sangat kuat. Mereka menampilkan drama tradisi yang sangat kuno, namun dikembangkan dengan pola klasik sehingga tampilannya lebih modern,” ujar Made Bandem.
Ia menambahkan, BWCC terus menunjukkan perannya sebagai ruang pertemuan budaya internasional yang mempertemukan berbagai tradisi dunia. Kehadiran seni klasik Tiongkok dalam PKB tahun ini dinilai tidak hanya menambah keragaman sajian seni, tetapi juga mempererat hubungan budaya antara masyarakat Bali dan Tiongkok. (Adv/balipost)










