
GIANYAR, BALIPOST.com – Pesisir selatan Bali, khususnya kawasan Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar, dihantam ombak besar dan fenomena air laut pasang pada pagi hari. Demi keselamatan pengunjung, otoritas terkait BPBD melalui Balawista memutuskan untuk menutup sementara aktivitas mandi di sepanjang pantai tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Minggu (14/6), mengatakan, laporan Balawista menyatakan bahwa air laut mulai pasang sejak pukul 07.00 WITA. Puncaknya pada pukul 09.37 WITA, ombak besar terpantau menghantam kawasan pesisir.
“Untuk aktivitas mandi di pantai kita tutup sementara karena ombak besar, arus sangat kuat, dan sangat berbahaya,” ujarnya.
Memasuki pukul 10.00 WITA, situasi air laut pasang dilaporkan sudah mulai mereda dan berangsur surut sedikit. Kendati demikian, kondisi gelombang di bibir pantai terpantau masih sangat fluktuatif dan rawan bagi keselamatan. ”Sementara situasi pantai, ombak masih tinggi, untuk aktivitas mandi sepi,” tambahnya.
Merespons kondisi alam ini, BPBD Gianyar mengeluarkan panduan aman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan pantai selatan. Masyarakat tetap diperbolehkan datang ke pantai, namun terbatas untuk aktivitas santai di tepi pantai (tidak mendekati air).
Pengunjung diimbau untuk membersihkan diri atau mandi di rumah masing-masing sebelum menuju ke area pantai. Selalu pantau arahan dari petugas penyelamat pantai atau personel di pos penjagaan.
BPBD Gianyar akan terus memantau pergerakan pasang-surut air laut dan cuaca ekstrem ini secara berkala sebelum memutuskan untuk membuka kembali aktivitas air bagi publik. (Wirnaya/balipost)










