Ilustrasi. (BP/dokumen)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kementerian Pariwisata memetakan daerah-daerah dengan produk unggulan autentik yang berpotensi menjadi destinasi wisata belanja dalam upaya untuk menarik wisatawan.

“Di banyak negara, wisata belanja bahkan menjadi pemicu utama kunjungan wisatawan,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Sabtu (13/6).

“Indonesia juga memiliki potensi yang sama, karena setiap daerah memiliki karakter produk unggulan yang berbeda dan autentik,” ia menambahkan.

Menurutnya, dilansir dari Kantor Berita Antara, Kementerian Pariwisata sedang merancang layanan perjalanan wisata belanja di berbagai daerah.

Baca juga:  HUT Ke-79, TNI Tampilkan "Dogfight" dan Serangan "Drone"

Layanan perjalanan itu akan mencakup daerah yang menawarkan pusat belanja unggulan, produk khas, serta pengalaman kuliner dan budaya lokal.

Pada tahap awal, layanan perjalanan wisata belanja rencananya meliputi daerah yang sudah menjadi tujuan belanja favorit wisatawan, salah satunya Bali. Sementara daerah lainnya adalah Jakarta, Bandung, Batam, Medan, dan Surabaya.

Ia menyampaikan bahwa Jakarta bisa menawarkan pengalaman berbelanja dan gaya hidup perkotaan, sementara Bandung memiliki produk fesyen dan produk kreatif unggulan.

Batam dinilai bisa memanfaatkan kedekatan lokasinya dengan Singapura-Malaysia untuk menawarkan produk-produk unggulan, sementara Medan bisa menarik wisatawan dengan beragam produk kuliner.

Baca juga:  Menpar Arief Yahya Tinjau Persiapan Sail Sabang 2017

Marthini mengatakan bahwa Surabaya berpotensi menjadi pusat belanja dan wisata kuliner, dan Bali memiliki keunggulan dalam produk kerajinan, layanan kebugaran, dan produk gaya hidup.

“Namun ke depan, pendekatan ini juga akan diperluas ke daerah-daerah lain berbasis kekuatan lokal, termasuk sentra UMKM, desa wisata, dan pusat ekonomi kreatif,” katanya.

Ia menekankan bahwa layanan wisata belanja berpengaruh signifikan terhadap daya saing sebuah destinasi wisata.

Baca juga:  Hindari Kepadatan saat KTT G20, Skema Buka Tutup Diberlakukan di Bandara Ngurah Rai

“Kementerian Pariwisata melihat wisata belanja sebagai salah satu atraksi yang mampu memperkuat ekosistem pariwisata daerah,” kata Marthini.

“Produk lokal, fesyen, kriya, oleh-oleh khas, hingga lifestyle experience dapat menjadi alasan tambahan seseorang memilih suatu destinasi,” ia menambahkan.

Selain dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, kehadiran layanan wisata belanja berpeluang memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan pengeluaran wisatawan.

Kehadiran layanan wisata belanja juga akan berdampak positif terhadap kegiatan usaha lokal yang lain seperti kuliner, transportasi, akomodasi, dan ekonomi kreatif. (kmb/balipost)

BAGIKAN