
JAKARTA, BALIPOST.com – Lonjakan peringkat Timnas Indonesia di ranking FIFA menjadi sinyal positif kebangkitan skuad Garuda di pentas internasional. Setelah sukses mengamankan dua kemenangan beruntun pada FIFA Matchday Juni 2026, PSSI kini memasang target yang lebih tinggi, yakni menembus jajaran 100 besar dunia.
Indonesia saat ini menempati peringkat ke-118 FIFA setelah naik 10 tingkat berkat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman dan 1-0 melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi pencapaian tersebut, namun mengingatkan seluruh elemen tim agar tidak cepat puas dengan hasil yang diraih.
“Saya tetap mengingatkan, peringkat di sepak bola kadang tidak menjamin hasil akhir. Jadi kami harus tetap membumi dan fokus pada pertandingan-pertandingan selanjutnya agar bisa terus mendekati dan masuk 100 besar dunia,” ujar Erick.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai kenaikan peringkat FIFA merupakan buah dari perkembangan kualitas permainan skuad Garuda yang semakin matang. Menurutnya, para pemain mampu menunjukkan kemampuan beradaptasi menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
“Terlepas dari penambahan poin dan kenaikan peringkat, saya bangga dengan para pemain yang mampu beradaptasi menghadapi dua lawan yang berbeda karakter,” kata Herdman.
Pelatih asal Kanada itu menyebut dua kemenangan atas tim yang memiliki peringkat lebih tinggi menjadi bukti nyata perkembangan Indonesia. Ia melihat para pemain kini tampil lebih percaya diri, berani menekan lawan, serta mampu menjalankan instruksi taktik dengan disiplin sepanjang pertandingan.
“Meraih dua kemenangan beruntun di kandang melawan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi adalah pencapaian luar biasa. Para pemain kini terlihat jauh lebih berbahaya bagi lawan,” tegasnya.
Posisi ke-118 dunia menjadi modal berharga bagi Indonesia menjelang tampil di ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026 pada akhir Juli. Setelah itu, Marselino Ferdinan dan kolega akan kembali menjalani agenda FIFA Matchday pada September dengan misi mempertahankan tren positif sekaligus memangkas jarak menuju peringkat 100 besar dunia.
Jika konsistensi performa terus terjaga, mimpi membawa Indonesia kembali ke kelompok elite sepak bola dunia bukan lagi sekadar angan, melainkan target yang semakin realistis untuk diwujudkan. (Suka Adnyana/balipost)










