Kadisdikpora Kabupaten Bangli, I Komang Pariartha. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Kuota rombongan belajar (rombel) di SDN 1 Kawan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 dipangkas. Sekolah tersebut kini hanya membuka satu kelas pada penerimaan siswa baru tahun ini.

Pengurangan rombel ini dilakukan untuk menciptakan pemerataan jumlah siswa baru, khususnya bagi sekolah-sekolah yang lokasinya saling berdekatan atau berada dalam satu wilayah.

Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariartha, menjelaskan bahwa pembagian rombel pada SPMB 2026 telah diatur secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menciptakan sebaran kuota murid yang adil dan merata.

Baca juga:  ADD Dipangkas Rp 15 Miliar, Perbekel di Kintamani Datangi DPRD Bangli

Pariartha membeberkan, pada SPMB tahun 2025 lalu, SDN 6 Kawan sangat minim mendapatkan siswa baru. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan SDN 1 Kawan yang justru kebanjiran peminat, padahal lokasi kedua sekolah ini saling berdekatan.

Agar ketimpangan tersebut tidak terulang, Disdikpora Bangli mengambil kebijakan dengan melakukan pengaturan kuota rombel sekolah tersebut. Pada SPMB tahun ini, SDN 1 Kawan dikurangi menjadi satu kelas, sementara SDN 6 Kawan juga tetap membuka satu kelas. “Sehingga SDN 6 juga dapat siswa,” tegas Pariartha, Jumat (12/6).

Baca juga:  Meski Ada Efisiensi, Program Beasiswa Dipastikan Tak Dipangkas

Disdikpora juga bekerjasama dengan pemerintah kelurahan hingga kepala lingkungan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan baik. Disdikpora juga membentuk posko di masing-masing sekolah untuk mengantisipasi berbagai kendala yang muncul selama proses penerimaan siswa berlangsung.

Sementara itu Kepala SDN 1 kawan I Wayan Pageh membenarkan bahwa pada SPMB tahun ini sekolahnya hanya membuka satu kelas. Berkurang dari tahun lalu di mana sekolahnya membuka kuota untuk dua kelas.

Baca juga:  Tahun Depan Jatah DAK Buleleng Dipangkas, Ini Proyek Infrastruktur Terancam Mandek

Meskipun kuota kelas dikurangi, Wayan Pageh menjelaskan bahwa sekolahnya mendapatkan kebijakan relaksasi jumlah siswa dalam satu rombel. Dengan relaksasi ini, SDN 1 Kawan diizinkan menampung jumlah siswa di atas angka ideal yakni dari 28 orang per kelas menjadi 35 siswa per kelas. “Sekolah di Bangli yang dapat relaksasi hanya 2, SD 1 kawan dan SD 5 kawan,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN