Suasana di Pasar Umum Negara padat Jumat (12/6) menjelang hari Raya Galungan. Harga Cabai di pedagang mengalami kenaikan dampak pasokan. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Galungan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Jembrana mulai merangkak naik. Komoditas cabai menjadi yang paling mencolok dengan lonjakan harga hingga sekitar 60 persen dalam beberapa hari terakhir, sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat.

Di Pasar Umum Negara, harga cabai kini mencapai Rp 80 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap selama hampir sepekan terakhir.

Baca juga:  Kenaikan Capai 50 Persen, Pelaku Usaha di Denpasar Keluhkan Tingginya Harga Plastik

Salah seorang pedagang, Ni Wayan Muliada (55), mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga mulai terasa sejak lima hari lalu. Menurutnya, cabai menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan kebutuhan dapur lainnya. Kenaikan harga dialami bertahap sejak beberapa hari lalu.

“Cabai sebelumnya Rp50 ribu per kilogram sekarang sudah Rp 80 ribu,” ujarnya, Jumat (12/6) kepada wartawan.

Selain cabai, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan. Harga bawang putih yang sebelumnya berkisar Rp 25 ribu per kilogram kini mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Sementara tomat naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

Baca juga:  Jelang Galungan, Harga Cabai dan Bunga Melonjak

“Seiring dengan naiknya permintaan menjelang hari raya, harga naik itu mungkin menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga,” katanya.

Di sisi lain, pasokan yang masuk ke pasar dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan pada Jumat kemarin, pasokan komoditi ini dari Pulau Jawa juga belum ada. Akibatnya, harga cabai berpotensi kembali mengalami kenaikan apabila pasokan belum kembali normal.

Sementara komoditas lain kenaikannya masih relatif wajar. Selain tingginya permintaan, kenaikan harga juga diduga dipengaruhi meningkatnya biaya distribusi. Mulai dari biaya bahan bakar hingga kebutuhan operasional kendaraan pengangkut yang ikut mengalami kenaikan. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Pengamat Sebut "Buyback Saham" Insentif Jangka Panjang Tingkatkan Kinerja Karyawan
BAGIKAN