Gateball Buleleng duduki posisi juara umum II pada Porjar Bali 2026.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kontingen Gateball Kabupaten Buleleng berhasil menduduki posisi Juara Umum II pada ajang Porjar Bali 2026. Prestasi tersebut diraih setelah atlet-atlet Buleleng mengoleksi 11 medali, terdiri atas 4 emas, 4 perak, dan 3 perunggu dalam pertandingan yang berlangsung di Halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, 6-8 Juni lalu.

Perolehan medali tersebut menempatkan Buleleng sebagai salah satu kekuatan utama cabang olahraga gateball di Bali. Empat medali emas disumbangkan dari nomor Single Putra SMP, Single Putri SMA, Ganda Mix SMP, dan Triple Mix SMA. Selanjutnya, empat medali perak diraih pada nomor Single Putra SMA, Single Putri SMP, Ganda Mix SD, serta Beregu Mix SMP. Sementara tiga medali perunggu diperoleh melalui nomor Single Putra SD, Single Putri SD, dan Beregu Mix SD.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Buleleng, Drs. I Nengah Kariata, Selasa (9/6), mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, official, sekolah, serta orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses pembinaan hingga pelaksanaan pertandingan.

Baca juga:  Restoran Cepat Saji di Benoa Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang selama ini berkomitmen memajukan olahraga gateball di Kabupaten Buleleng. Para atlet dinilai mampu menunjukkan semangat juang, disiplin, dan sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian pertandingan.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Saya sangat bangga terhadap perjuangan para atlet yang telah menunjukkan semangat juang, disiplin, dan sportivitas sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Buleleng di tingkat Provinsi Bali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian pada Porjar Bali tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Porjar Bali 2025, Gateball Buleleng meraih 10 medali yang terdiri atas 4 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Tahun ini jumlah medali meningkat menjadi 11 keping dengan tambahan perolehan medali perak yang lebih banyak.

Peningkatan tersebut, kata Kariata, menjadi indikasi semakin meratanya kualitas atlet gateball Buleleng di berbagai kelompok usia. Kondisi itu diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan prestasi pada masa mendatang.

Meski berhasil menempati posisi Juara Umum II, Pengkab Pergatsi Buleleng tidak ingin cepat berpuas diri. Berbagai evaluasi akan dilakukan guna meningkatkan performa atlet, terutama pada nomor-nomor yang belum berhasil menyumbangkan medali emas.

Baca juga:  Tim Silat BN Kuta Utara Pertahankan Gelar

Selain itu, pembinaan atlet usia dini akan terus diperkuat melalui pemetaan atlet potensial sejak jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Program pembinaan juga diarahkan pada peningkatan teknik dasar, strategi permainan, mental bertanding, serta penambahan jam terbang melalui berbagai kejuaraan dan pertandingan uji coba.

“Kami akan terus melakukan pembinaan berjenjang dan pemetaan atlet potensial sejak usia dini. Harapannya, regenerasi atlet dapat berjalan dengan baik sehingga prestasi Gateball Buleleng dapat terus meningkat pada masa mendatang,” katanya.

Dalam persaingan Porjar Bali 2026, Kota Denpasar masih menjadi lawan terberat dan berhasil meraih predikat Juara Umum I. Namun hasil yang diraih tahun ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Buleleng mampu bersaing secara kompetitif dengan daerah yang selama ini menjadi kekuatan utama gateball di Bali.

Baca juga:  Atlet Gateball Bali Terjun di Kejurnas

“Denpasar masih menjadi kekuatan utama gateball di Bali. Namun hasil tahun ini menunjukkan bahwa Buleleng mampu bersaing dengan sangat baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan menargetkan hasil yang lebih baik pada Porjar berikutnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap olahraga gateball di Kabupaten Buleleng terus menunjukkan perkembangan positif. Semakin banyak sekolah yang mulai mengenalkan dan mengembangkan cabang olahraga tersebut sehingga membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda berbakat di masa depan.

Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi dalam proses pembinaan, di antaranya keterbatasan sarana dan prasarana latihan, kebutuhan peningkatan frekuensi kompetisi bagi atlet usia dini, serta perlunya dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak untuk memperkuat sistem pembinaan jangka panjang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng, KONI Kabupaten Buleleng, sekolah-sekolah, pelatih, official, orang tua atlet, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan selama pelaksanaan Porjar Bali 2026,” tandas Kariata. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN