Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, di Lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar, Jumat (5/6). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, di Lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar, Jumat (5/6).

Ajang olahraga pelajar terbesar di Pulau Dewata ini diikuti sekitar 7.000 atlet dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali. Mereka akan bertanding pada 40 cabang olahraga serta empat cabang olahraga ekshibisi yang digelar selama pelaksanaan Porjar Bali 2026.

Menurutnya peserta Porjar saat ini merupakan aset olahraga Bali yang akan dipersiapkan untuk menghadapi berbagai ajang besar di masa depan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Selain itu, keberadaan atlet-atlet muda berbakat juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan sektor sport tourism yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga:  Porjar Bali 2026 Belum Dibuka, Cabor Kabaddi Sudah Gelar Pertandingan

“Porjar menjadi langkah awal dalam menyiapkan atlet-atlet masa depan Bali. Ajang ini juga menjadi bagian dari pemetaan atlet yang nantinya diproyeksikan memperkuat Bali pada PON 2028,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wesnawa yang membacakan sambutan Gubernur Bali, I Wayan Koster, menekankan pentingnya pembinaan olahraga secara berjenjang dan berkelanjutan untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bali di tingkat nasional maupun internasional.

“Pembinaan olahraga yang terarah, berjenjang, dan berkelanjutan akan melahirkan atlet-atlet handal dan berprestasi. Karena itu, pembinaan sejak usia dini harus dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi,” ujarnya.

Baca juga:  Patung GWK Dipelaspas

Menurut Gubernur Koster, prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga memerlukan perencanaan yang matang, evaluasi yang berkesinambungan, kerja keras, disiplin, semangat juang, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam dunia olahraga.

Mengusung tema “Bangun Atlet Berprestasi dan Berkarakter Menuju SDM Bali Unggul untuk Indonesia”, Porjar Bali 2026 diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, kejujuran, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati di dalam maupun luar arena pertandingan.

Wesnawa Punia menjelaskan, Porjar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi terhadap program pembinaan olahraga pelajar yang selama ini dijalankan di seluruh daerah di Bali.

Baca juga:  Ratusan Atlet Pelajar Berlaga di Kejuaraan Taekwondo Buleleng Cup 2025

“Tujuan utama Porjar adalah mengevaluasi hasil pembinaan atlet di kabupaten dan kota se-Bali. Setiap daerah memiliki potensi olahraga yang berbeda-beda. Melalui Porjar, kita bisa memetakan potensi tersebut sekaligus menemukan bibit-bibit atlet yang dapat dibina lebih lanjut,” katanya.

Pembukaan Porjar Bali 2026 berlangsung meriah dan ditandai dengan pelepasan balon serta burung merpati oleh Kadisdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia sebagai simbol dimulainya pesta olahraga pelajar terbesar di Bali tersebut. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN