
DENPASAR, BALIPOST.com – Meski Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 baru resmi dibuka pada 5 Juni mendatang di Lapangan Puputan Renon, atmosfer persaingan sudah terasa panas. Cabang olahraga Kabaddi menjadi salah satu yang lebih dulu menggelar pertandingan dan langsung menyuguhkan laga-laga seru di GOR Lila Bhuana Denpasar, Selasa (2/6).
Ketua Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (Foksi) Bali, Sukawan Adika, ajang PORJAR tahun ini menjadi wadah penting untuk menjaring atlet-atlet potensial dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
“Porjar Kabaddi 2026 diikuti tujuh kabupaten/kota. Masing-masing mengirimkan dua tim putra dan putri dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Tentunya melalui ajang ini kami ingin menggali atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan menuju Porprov dan berlanjut ke seleksi PON,” ujar Sukawan, saat ditemui ditempat pertandingan Selasa (2/6).
Menurutnya, Porjar menjadi tahap awal dalam proses pembinaan atlet Kabaddi Bali. Dari kompetisi pelajar inilah nantinya akan lahir pemain-pemain muda yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami berharap muncul atlet-atlet baru dari setiap Kabupaten/Kota yang bisa terseleksi dan dipersiapkan untuk menghadapi PON di masa mendatang,” tambahnya.
Porjar Kabaddi tahun ini juga menghadirkan warna baru dengan bergabungnya Kabupaten Bangli sebagai peserta. Kehadiran Bangli menambah jumlah peserta menjadi tujuh Kabupaten/Kota setelah cabang olahraga Kabaddi mulai berkembang di daerah tersebut.
“Tahun ini ada pendatang baru, yaitu Kabupaten Bangli. Tahun lalu organisasi Kabaddi terbentuk di sana, sehingga sekarang jumlah peserta menjadi tujuh Kabupaten/Kota. Saat ini yang belum memiliki kepengurusan Kabaddi hanya Kabupaten Tabanan dan Karangasem,” jelas Sukawan.
Meski selama ini Kabupaten Badung, Denpasar, dan Gianyar dikenal sebagai kekuatan dominan Kabaddi Bali, Sukawan menilai seluruh tim yang tampil tahun ini memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.
“Kalau melihat perkembangan sekarang, semua tim memiliki potensi yang bagus. Sekarang saatnya membuktikan kemampuan mereka di arena pertandingan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Cabang Olahraga (cabor) Kabaddi Porjar Bali 2026, Rizki Adinata, mengungkapkan bahwa ajang tahun ini diikuti sekitar 300 atlet dari tujuh Kabupaten/Kota.
“Jumlah peserta kurang lebih 300 atlet. Untuk tingkat SD mempertandingkan nomor Tri Star, Super Five, dan Seven for Five. Sedangkan tingkat SMP dan SMA mempertandingkan Tri Star, Super Five, dan Standard Style,” terang Rizki.
Ia menambahkan, seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur sehingga setiap laga memiliki tensi tinggi karena kekalahan berarti langsung tersingkir dari persaingan.
“Sistem yang digunakan adalah sistem gugur. Jadi sekali bertanding, tim yang menang langsung melaju ke babak berikutnya, sementara yang kalah langsung gugur,” ujarnya.
Kejuaraan Kabaddi Porjar Bali 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni di GOR Lila Bhuana Denpasar. Dengan persaingan yang sudah berlangsung sengit sejak hari pertama, cabang olahraga Kabaddi menjadi bukti bahwa semangat kompetisi Porjar Bali 2026 telah menyala bahkan sebelum upacara pembukaan resmi digelar. (Suka Adnyana/balipost)










