Penyerang sayap Bali United Muhammad Rahmat (BP/Dok. Baliutd.com)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bali United resmi mengakhiri kebersamaan dengan salah satu pemain seniornya, Muhammad Rahmat, setelah kedua belah pihak sepakat tidak melanjutkan kerja sama usai berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026.

Kepergian pemain yang akrab disapa Rahmat itu menandai berakhirnya perjalanan enam musim yang penuh kenangan bersama skuad Serdadu Tridatu. Selama berseragam Bali United sejak 2020, winger berusia 38 tahun tersebut menjadi bagian penting dalam sejumlah pencapaian tim, termasuk mengantarkan klub meraih gelar juara Liga 1 Indonesia 2021/2022.

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi besar yang telah diberikan Rahmat selama membela klub asal Pulau Dewata tersebut.
“Terima kasih untuk perjuangan dan prestasi yang terukir bersama kami,” ujar Yabes Tanuri.

Baca juga:  Astra Motor Bali Kenalkan All New Honda Vario 160

Rahmat bergabung dengan Bali United pada musim 2020 atau 6 tahun lalu, di tengah persiapan klub menghadapi kompetisi Liga 1 dan Liga Champions Asia. Namun, situasi pandemi COVID-19 membuat perjalanan awalnya bersama Bali United tidak berjalan mulus setelah kompetisi dihentikan hanya dalam beberapa pekan.

Meski menghadapi masa sulit akibat terhentinya kompetisi, Rahmat tetap menunjukkan profesionalismenya. Saat kompetisi kembali bergulir pada musim 2021/2022 dengan format khusus tanpa penonton, ia tampil konsisten dan mencatatkan 47 penampilan sepanjang musim.
Kontribusinya membantu Bali United meraih gelar juara Liga 1 2021/2022 sekaligus mempertahankan status sebagai kampiun setelah sebelumnya menjuarai kompetisi pada musim 2019.

Baca juga:  Di Tengah Pandemi, Pengangkutan Jenazah Jadi Pekerjaan Berisiko

Secara keseluruhan, mantan pemain PSM Makassar tersebut meninggalkan catatan impresif dengan 27 gol dan 10 assist selama memperkuat Bali United. Torehan itu menjadikannya salah satu pemain berpengaruh dalam era kejayaan Serdadu Tridatu beberapa musim terakhir.

Dalam pesan perpisahannya, Rahmat mengaku bersyukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama Bali United dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen klub, mulai dari pemilik, manajemen, staf pelatih, ofisial hingga para suporter.

Baca juga:  Main di Kandang Lawan Persijap, Bali United Gagal Raih Poin Penuh

“Pada akhirnya saat ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Terlalu banyak kebahagiaan yang Bali United berikan untuk saya. Terima kasih untuk Bali United,” ungkap Rahmat.

Perpisahan ini menjadi akhir dari sebuah kisah kebersamaan yang sarat prestasi. Namun, nama Muhammad Rahmat akan tetap dikenang sebagai salah satu sosok yang ikut mengukir sejarah dan membawa Bali United berada di puncak sepak bola Indonesia. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN