Petugas mengevakuasi seorang buruh yang meninggal dunia secara mendadak saat tengah bekerja sebuah proyek di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang buruh proyek bangunan dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat tengah bekerja di Proyek Hotel Sayan Terrace, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Senin (25/5) pagi.

​Korban diketahui bernama Sumiran (47), seorang pria asal Desa Ngrdin, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 09.50 WITA tersebut sempat mengejutkan rekan-rekan kerja korban di lokasi kejadian.

​Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban bersama salah seorang rekannya, Sunyat (54), sedang melakukan pengerjaan pengeboran beton sejak pukul 08.10 WITA. Menjelang siang, saat saksi hendak bergantian istirahat dan pekerjaan akan dilanjutkan oleh korban, tiba-tiba saja Sumiran lemas, terjatuh, dan langsung tidak sadarkan diri.

Baca juga:  Jelang Waisak, Pemkab Badung Kembali Salurkan Bantuan Hari Raya Keagamaan

​Melihat kondisi tersebut, rekan kerja korban langsung melapor kepada mandor proyek, Susanto (32), yang kemudian bergegas mengevakuasi korban ke Puskesmas Ubud II untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun nahas, setibanya di puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

​Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., bersama Piket Fungsi Polsek Ubud dan Unit Inafis Polres Gianyar langsung turun ke Puskesmas Ubud II untuk melakukan pengecekan, pemeriksaan fisik luar jenazah, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Ubud II, korban dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan (Dead on Arrival/DOA). “Dari pemeriksaan fisik, tidak ditemukan adanya denyut nadi, pupil mata tidak reaktif terhadap cahaya, dan yang paling penting adalah tidak ditemukan adanya luka ataupun tanda-tanda kekerasan maupun kecelakaan kerja pada tubuh korban,” ujar Kapolsek Ubud.

Baca juga:  Penting Pahami Prosedur Aman Bekerja di Luar Negeri

Kompol Putra Antara mengungkapkan bahwa penyebab pasti kematian korban belum diketahui, namun dugaan kuat akibat faktor kesehatan atau serangan penyakit mendadak, mengingat korban tiba-tiba lemas saat beraktivitas normal. Rekan kerja korban juga menyatakan bahwa sebelum kejadian, korban tidak ada mengeluhkan sakit dan tetap bekerja seperti biasa.

​Pihak kepolisian menyatakan keluarga, termasuk adik kandung korban yang juga berada di Bali, telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai sebuah musibah.

Baca juga:  Kehabisan Ide saat Bekerja, Langkah Ini Bisa Kamu Lakukan

​Sekira pukul 13.35 WITA, jenazah Sumiran dibawa menuju Masjid Al Fatah, Taman Griya, Badung, menggunakan ambulans milik Yayasan Abi Mandiri untuk dilaksanakan prosesi doa dan penghormatan terakhir oleh pihak keluarga sebelum dipulangkan ke kampung halamannya.

Atas kejadian ini, Polsek Ubud memberikan imbauan dan rekomendasi tegas kepada pihak pengelola proyek di wilayah Ubud agar lebih memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pihak manajemen proyek diminta untuk memastikan seluruh pekerja dalam kondisi fit sebelum melakukan aktivitas fisik berat, serta menyediakan sarana penanganan medis darurat yang memadai di lingkungan kerja guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN