
DENPASAR, BALIPOST.com – Perhelatan Liga Kampung Soekarno Cup III Bali 2026 resmi ditutup pada Senin (25/5) di Stadion Ngurah Rai. Turnamen sepak bola usia muda yang menjadi ajang pembinaan talenta Bali itu ditutup Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Prananda Prabowo bersama Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster didampingi jajaran Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali.
Partai final berlangsung sengit dan penuh drama saat Banteng Denpasar sukses menaklukkan Banteng Badung dengan skor tipis 3-2. Kemenangan tersebut memastikan Banteng Denpasar keluar sebagai juara Soekarno Cup III Bali 2026.
Ribuan penonton memadati stadion untuk menyaksikan laga puncak yang mempertemukan dua tim terbaik sepanjang turnamen. Atmosfer panas dan dukungan suporter menambah semarak malam penutupan ajang yang telah berlangsung sejak 9 Mei 2026 itu.
Dalam sambutannya, Prananda menegaskan Soekarno Cup bukan sekadar kompetisi sepak bola kampung, melainkan wadah penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan mental generasi muda melalui olahraga.
“Ajang seperti ini sangat positif karena menjadi ruang pembinaan talenta muda sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah di Bali,” ujarnya.
Turnamen yang diinisiasi DPD PDI Perjuangan Bali tersebut diikuti sembilan kabupaten/kota se-Bali dengan fokus pembinaan pemain usia 17 tahun.
Ketua Panitia Soekarno Cup III Bali, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan penuh sportivitas hingga babak final. “Dari awal hingga penutupan, seluruh pemain dan ofisial menjunjung tinggi fair play. Ini membuktikan sepak bola mampu menyatukan semangat generasi muda Bali,” katanya.
Selain final, laga perebutan tempat ketiga juga berlangsung menarik. Banteng Tabanan berhasil mengalahkan Banteng Karangasem dengan skor telak 4-0 dan berhak finis di posisi ketiga.
Pada malam penutupan, panitia juga menyerahkan trofi serta hadiah pembinaan kepada para juara. Banteng Denpasar sebagai juara pertama memperoleh beasiswa pembinaan sebesar Rp50 juta. Banteng Badung sebagai runner-up mendapatkan Rp30 juta, Banteng Tabanan meraih Rp20 juta, sementara Banteng Karangasem menerima Rp10 juta.
Tak hanya itu, penghargaan Fair Play diberikan kepada Banteng Badung atas sportivitas yang ditunjukkan sepanjang turnamen. Sorotan juga tertuju kepada striker muda Banteng Denpasar, I Putu Kenzi Raditya, yang keluar sebagai top skor setelah mengoleksi 11 gol selama kompetisi berlangsung.
Pelatih Banteng Denpasar, Anak Agung Bramasta, mengaku bangga dengan perjuangan timnya hingga mampu meraih gelar juara. “Final ini memang yang ditunggu-tunggu. Kami bersyukur bisa menjadi juara dan Kenzi juga tampil sebagai top skor dengan 11 gol,” katanya.
Ia menilai Soekarno Cup III Bali menjadi salah satu ajang pembinaan sepak bola usia muda terbaik di Bali saat ini. “Event ini luar biasa karena benar-benar fokus pada pembinaan talenta muda,” tambahnya. (Suka Adnyana/balipost)




