
SINGASANA, BALIPOST.com – Rencana proyek revitalisasi Pasar Induk Gadarata Singasana kini sedang difasilitasi Kementerian Keuangan RI untuk penyusunan feasibility study (FS), dokumen lelang, dan kontrak kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Tahapan tersebut mulai berjalan setelah sempat tertahan cukup lama sejak studi pendahuluan pada 2025. Jika tidak ada kendala, seluruh dokumen pendukung proyek ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Kepala Bappeda Tabanan, I Gede Urip Gunawan mengatakan, untuk konsep pasar yang akan dikembangkan masih disusun oleh konsultan pendamping proyek. Menurutnya, lambatnya tahapan proyek bukan karena stagnasi di daerah, melainkan proses fasilitasi dari pemerintah pusat yang memerlukan waktu cukup panjang. “Dulu baru sebatas studi pendahuluan. Baru mulai lagi sekarang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5).
Ia menjelaskan, persetujuan bantuan PDF dari Kementerian Keuangan sempat tertunda akibat pergantian Presiden dan Menteri keuangan. Selain itu, pejabat di Kemenkeu juga masih mempelajari usulan yang diajukan Pemkab Tabanan terkait skema revitalisasi pasar tersebut.
Jika seluruh dokumen KPBU rampung sesuai target pada Oktober 2026, proses lelang proyek diperkirakan mulai berlangsung pada 2027. Sementara, pembangunan fisik di lapangan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2028 apabila tidak ada kendala berarti.
Sebelumnya, Pemkab Tabanan telah menggelar rapat perdana pelaksanaan PDF proyek KPBU revitalisasi Pasar Induk Gadarata di ruang rapat Bupati Tabanan, Selasa (19/5). Rapat saat itu dipimpin langsung Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dan dihadiri jajaran OPD terkait. Rapat tersebut juga dihadiri unsur pemerintah pusat dan sejumlah konsultan pendamping proyek, di antaranya perwakilan Kementerian Keuangan RI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atau PT PII, konsultan finansial PwC, konsultan hukum, hingga konsultan teknis Indokoei.
Menurut Bupati Sanjaya, revitalisasi pasar Gadarata diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis daerah yang diharapkan mampu menghadirkan pusat perdagangan modern sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat Tabanan. Selain memperbaiki fasilitas pasar, proyek ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah serta memperkuat posisi Tabanan sebagai wilayah penyangga kawasan Sarbagita. (Puspawati/balipost)










