Ilustrasi: Negosiasi Amerika Serikat-Iran. (BP/Antara)

ISTANBUL, BALIPOST.com – Potensi perjanjian damai antara Iran dan AS disebut mencakup penghentian perang di semua lini.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, selain untuk menghentikan serangan Israel di Lebanon, AS juga disebut akan berkomitmen untuk mencabut sanksi terhadap minyak Iran selama negosiasi.

Jika kesepakatan tercapai, Selat Hormuz tidak akan sepenuhnya kembali ke status sebelum perang. Namun sebaliknya, jumlah kapal yang diizinkan untuk melewati jalur perairan strategis itu akan dipulihkan ke kondisi sebelum perang dalam waktu 30 hari, menurut Tasnim.

Baca juga:  Puluhan Orang Positif Covid -19 Usai Pesta Dansa

Iran, disebut menekankan penegakan hak kedaulatannya atas Selat Hormuz melalui berbagai cara, yang rinciannya akan diumumkan kemudian.

Sementara itu, Iran bersikeras setidaknya pelepasan sebagian asetnya yang dibekukan, dan kesepakatan potensial juga akan mencakup jendela negosiasi 60 hari tentang program nuklir Teheran.

Teheran juga menyerukan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan alasan bahwa tidak akan ada perubahan pengaturan di Selat Hormuz jika blokade tetap diberlakukan.

Baca juga:  Kamboja-Thailand Memanas, KBRI Pastikan Tak Ada WNI Terdampak Konflik

Setiap perubahan pada navigasi dan transit melalui selat tersebut akan bergantung pada implementasi komitmen AS lainnya dalam nota kesepahaman, menurut laporan tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (23/5) mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang “sebagian besar telah dinegosiasikan” dan sedang menunggu finalisasi.

Terobosan tersebut muncul setelah kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir ke Teheran, yang merupakan kunjungan keduanya dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga:  Thailand Setuju Gencatan Senjata dengan Kamboja

Gencatan senjata dalam perang AS-Iran yang dimulai pada 28 Februari pertama kali dimediasi oleh Pakistan pada 8 April. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN