Sela Marlin Hendrawan dan William Hadibowo saat memberikan keterangan terkait potensi power bank di Bali. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali menjadi salah satu lokasi pilihan bagi mereka yang work from anywhere (WFA) demi efisiensi energi. Pulau Dewata juga masih menjadi pilihan bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan mancanegara yang hobi traveling.

Tingginya aktivitas masyarakat yang selalu bergerak ini membuat perangkat penyimpan daya atau power bank kini bertransformasi menjadi kebutuhan esensial yang tidak terpisahkan.

Tren meningkatnya kebutuhan power bank untuk gawai diakui retail handphone dan internet of things (IoT) yang usahanya menjangkau Bali dan Nusa Tenggara, Cellular World.

Menurut Chief Operating Officer (COO), Ni Wayan Yuliani, pasar power bank di Bali sangat potensial. Sebab, pangsanya tak hanya masyarakat lokal, melainkan juga wisnus dan wisman yang kini banyak menjadikan Bali sebagai hub mereka bekerja.

“Masyarakat modern membutuhkan teknologi yang dapat selalu diandalkan kapan pun dan di mana pun,” ujar Yuliani dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:  Admission Ticket to Nusa Dua Waterblow Starts to Apply

Pangsa pasar yang potensial ini juga yang melatarbelakangi kehadiran jenama yang sudah punya rekam bisnis 20 tahunan di 70 negara, Pisen, masuk ke pasar Indonesia.

Bali dibidik sebagai titik ekspansi penting. Mengingat Bali merupakan pusat pertemuan masyarakat urban, digital nomad, serta wisatawan domestik dan mancanegara yang menuntut konektivitas tanpa batas.

Representative Pisen Indonesia, William Hadibowo, menjelaskan bahwa dinamika masyarakat saat ini menuntut mereka untuk terus produktif di mana saja, bahkan sebelum matahari terbit hingga hari kembali gelap. Ponsel pintar dan laptop kini menjadi motor utama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pekerja kreatif dan media yang harus terus memperbarui informasi.

“Masyarakat kita semakin urban dan always on the move. Sekarang dinamika orang bekerja tidak cuma di kantor, pertemuan-pertemuan (meeting) juga banyak beralih ke kafe atau coffee shop. Karena itu, kami berinovasi membuat power bank yang juga bisa diadaptasi untuk laptop,” ujar William.

Baca juga:  Farmer at Pengotan Cultivates New Variety Orange

William menambahkan, kendala utama para pekerja yang bermobilitas tinggi saat bekerja di luar ruangan adalah keterbatasan akses colokan listrik. Di sinilah power bank hadir untuk mengisi daya laptop, sehingga mendukung penuh konsep efisiensi kerja dari mana saja tanpa khawatir kehabisan baterai.

Selain menonjolkan fungsi pendukung produktivitas, disampaikannya produk yang dihadirkan juga membawa tren global terkait keamanan pengisian daya yang ramah untuk perjalanan udara (traveling).

Business Head Pisen Indonesia, Sela Marlin Hendrawan, mengungkapkan bahwa seluruh produk power bank telah mengantongi sertifikasi khusus yang menjamin kenyamanan penggunanya saat bepergian.

“Tren penggunaan power bank saat ini sangat meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas traveling. Kami menjawab kebutuhan tersebut dengan sertifikasi CCC (China Compulsory Certificate). Kehadiran sertifikasi ini menjamin bahwa seluruh power bank Pisen aman untuk dibawa masuk ke dalam kabin pesawat,” kata Sela Marlin.

Baca juga:  La Favela x Johnnie Walker: Whiskey Dinner Events - Candi

Terkait dengan variasi produk dan harga, Pisen menawarkan solusi pengisian daya yang cukup beragam dan kompetitif untuk pasar Indonesia, dengan range harga dari Rp499.000 sampai Rp1 jutaan.

William menilai posisioning harga ini sangat pas bagi masyarakat urban. “Kalau terlalu murah, kita tidak punya ruang untuk inovasi. Kalau terlalu mahal, menjadi kurang relevan untuk pasar urban. Kami percaya dengan harga yang ditawarkan, produk ini bisa digunakan dalam jangka panjang dan menjadi investasi yang sepadan dengan harga smartphone atau laptop pengguna,” tambahnya.

Untuk memastikan produknya dapat dijangkau dengan mudah oleh konsumen, ia mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat jaringan distribusinya di seluruh Indonesia. Di Bali, Cellular World digandeng sebagai mitra ritel strategis. (kmb/balipost)

BAGIKAN