Pesepak bola PSS Sleman Riko Simanjuntak (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Garudayaksa FC Muhammad Bagus Nirwanto (kiri) pada laga final Championship Liga 2 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia Pegadaian Championship 2025/2026 telah usai. Laga final di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5), dimenangkan Garudayaksa FC.

Di final, tim asuhan pelatih Widodo Cahyono Putro ini mengalahkan PSS Sleman melalui babak adu penalti 4-3. Kedua tim tim terpaksa mengakhiri laga di babak ini setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan tambahan waktu.

Bersama Garudayaksa dan PSS, tim terakhir yang memastikan tiket promosi ke Super League adalah Adhyaksa FC Banten, yang memenangkan babak play-off menghadapi Persipura Jayapura satu hari sebelumnya.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, seusai laga final, I.League sebagai operator kompetisi tak hanya menyerahkan trofi juara, namun juga penghargaan untuk individu dan tim yang memang tampil istimewa sepanjang musim ini.

Penghargaan yang diberikan adalah pemain terbaik, pemain muda terbaik, pelatih terbaik, pencetak gol terbanyak, dan tim fair play.

Baca juga:  World App Kumpulkan Data Retina di Indonesia Sejak 2021

Pemain terbaik musim ini jatuh kepada Gustavo Tocantins, striker PSS Sleman. Pemain asal Brasil ini tak bisa dipungkiri adalah mesin penggerak utama di balik kesuksesan PSS musim ini.

Tak hanya soal kontribusi golnya yang luar biasa yakni 24 gol dan 10 assists, tapi Tocantins juga merupakan pemimpin yang vokal dan memiliki mentalitas pantang menyerah yang kerap menjadi penentu di momen-momen krusial.

Fleksibilitas taktikalnya yang rajin turun menjemput bola dan membuka ruang berfungsi selayaknya roda gigi yang menghidupkan dinamika serangan secara keseluruhan.

Penghargaan pemain muda terbaik jatuh kepada pemain FC Bekasi City Ikram Al Giffari. Di usianya yang masih sangat muda, Ikram menampilkan kematangan emosional dan ketenangan luar biasa yang biasanya hanya dimiliki oleh penjaga gawang veteran.

Baca juga:  Bali United Ditundukkan PSS Sleman, Peringkat Turun

Di musim ini, mantan penggawa timnas U20 Indonesia ini berhasil menyelamatkan 85 persen dari 98 tendangan tepat sasaran yang ia hadapi. Tak hanya itu, ia juga mengoleksi tujuh catatan clean sheet dari 20 pertandingan yang ia mainkan.

Catatannya ini membantu timnya menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di Grup A dengan hanya kemasukan 27 gol.

Penghargaan berikutnya datang untuk pelatih terbaik, yang diberikan kepada juru taktik Adhyaksa Ade Suhendra. Di bawah asuhan Ade, Adhyaksa musim ini tampil begitu konsisten dengan performa yang meyakinkan meski di awal musim tak banyak dijagokan. Puncaknya, mereka menyegel satu tiket tersisa promosi dari tim yang difavoritkan, Persipura Jayapura.

Gelar top skor musim ini diraih oleh penyerang Adhyaksa Adilson Silva yang mencetak hampir 40 persen dari keseluruhan gol Adhyaksa musim ini.

Baca juga:  Megawati Tak Mau Ada Kader Karbitan

Total, striker asal Portugal itu musim ini mengukir 26 gol dari 27 pertandingan yang dijalaninya musim ini, termasuk gol kemenangan melawan Persipura pada babak play-off promosi.

Penghargaan terakhir adalah tim fair play yang diberikan kepada mereka yang bermain dalam koridor sportif, yaitu Persipura. Sang Mutiara Hitam mendapatkan penghargaan ini setelah hanya mencatat 50 kartu kuning dan tiga kartu merah. (kmb/balipost)

Berikut daftar penghargaan lengkap Championship 2025/2026:

  • Juara: Garudayaksa
  • Runner-up: PSS Sleman
  • Ketiga: Adhyaksa
  • Keempat: Persipura
  • Pemain terbaik: Gustavo Tocantins (PSS Sleman)
  • Pelatih terbaik: Ade Suhendra (Adhyaksa)
  • Pemain muda terbaik: Ikram Al Giffari (FC Bekasi City)
  • Pencetak gol terbanyak: Adilson SIlva (Adhyaksa)
  • Tim fair play: Persipura Jayapura.

BAGIKAN