Bupati Badung Wayan Adi Arnawa. (BP/Dokumen)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemacetan yang makin padat di kawasan Kuta dan sekitarnya kini tak lagi sekadar keluhan. Pemerintah Kabupaten Badung mulai menyiapkan langkah konkret dengan merancang jalur khusus transportasi publik sebagai solusi jangka panjang.

Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa menegaskan, optimalisasi transportasi publik harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Salah satu fokus utama adalah pembangunan jalur khusus agar transportasi publik dapat bergerak lebih efektif tanpa terhambat kendaraan pribadi.

“Saya punya keinginan ke depan ini akan menyiapkan ruas jalan. Ya, ruas khusus jalur khusus moda transportasi publik ini,” ungkapnya usai rapat bersama DPRD Badung.

Baca juga:  Ini, Diduga Penyebab Meninggalnya Perempuan yang Sempat Berobat ke Orang Pintar

Ia menjelaskan, perencanaan jalur khusus tersebut saat ini masih dalam tahap kajian dan akan difokuskan di kawasan Kuta dan Legian. Skema yang disiapkan mengarah pada sistem park and ride, di mana wisatawan akan diarahkan untuk memarkir kendaraan di sentral parkir sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi publik.

“Dari sana, wisatawan naik transportasi publik dan nanti kita akan buatkan jalur khusus menuju Kuta. Pada kuadran pertama itu saja sesuai dengan kajian itu, yaitu di Legian, di Warung Made ke barat, di Hard Rock, di Pullman ke timur. Itu saja dulu coba kita buat jalur khusus untuk transportasi publiknya,” terangnya.

Baca juga:  Virus Corona Guncang Pendapatan Badung

Menurutnya, jika tahap awal ini berhasil, maka pengembangan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan melibatkan investor, khususnya dalam penyediaan armada transportasi publik yang modern dan terintegrasi. Namun demikian, Adi Arnawa menegaskan bahwa penataan kawasan Kuta menjadi pekerjaan awal yang harus diselesaikan, terutama terkait keberadaan parkir di badan jalan yang selama ini mempersempit ruas jalan.

“Karena kalau kita lihat di Kuta itu, ruas jalan kan sangat kecil. Kami sekarang sedang mendorong untuk mulai melakukan pembebasan beberapa titik lahan untuk menyiapkan lahan-lahan parkir nantinya. Sehingga itu akan kosong dan kita akan memberikan space buat transportasi publik yang akan bisa melintasi sepanjang itu,” tambahnya.

Baca juga:  Adicipta Tatap Muka dengan Semeton Pratisentana Sire Arya Kanuruhan Kuta Utara

Meski belum merinci jadwal pelaksanaan, Pemkab Badung terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai langkah strategis mengurai kemacetan. Ia menilai, penanganan kemacetan harus dilakukan sejak dini agar tidak berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung daerah.

“Kenapa saya fokus kepada infrastruktur? Karena salah satunya adalah isu kemacetan ini. Karena kalau ini kami tidak tangani dengan serius sekarang ini, bukan tidak mungkin bahwa pariwisata kami juga bisa akan terhambat,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN