Evakuasi jenasah WNA dari dasar jurang sedalam 30 meter di belakang sebuah villa di kawasan Ubud, Gianyar, Selasa (28/4) malam. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang warga negara asal Prancis berinisial GSGB (35) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam 30 meter di belakang sebuah villa di kawasan Ubud, Gianyar, Selasa (28/4) malam. Korban ditemukan setelah dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya sejak Minggu malam atau dua hari sebelumnya.

Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (26/4) sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, korban yang sedang berkumpul bersama teman-temannya di villa berpamitan untuk pergi ke sebuah bar seorang diri. Karena menduga korban menggunakan layanan transportasi daring, rekan-rekan korban tidak menaruh curiga.

Baca juga:  Motor Terjun ke Jurang 50 Meter di Kintamani, 2 Orang Selamat

Kekhawatiran mulai muncul keesokan harinya saat korban tidak kunjung kembali dan tidak dapat dihubungi. Upaya pencarian mandiri, termasuk penggunaan drone di sekitar area villa, sempat dilakukan namun tidak membuahkan hasil hingga Selasa sore.

Sekitar pukul 17.00 WITA, dua orang saksi yang membantu pencarian menyisir area jurang di sisi barat villa. Mereka mencium bau menyengat yang menuntun pada penemuan tubuh korban dalam posisi tengkurap di antara bebatuan sungai.

Baca juga:  Gara-gara Rem Blong, Mobil Terjun ke Jurang di Kintamani

Kapolsek Ubud, I Wayan Putra Antara, mengonfirmasi penemuan tersebut dan segera mengerahkan personel bersama Tim BPBD Gianyar untuk melakukan evakuasi. “Evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang curam. Jenazah baru berhasil diangkat sekitar pukul 21.05 WITA dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan pemeriksaan luar oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 72 hingga 96 jam sebelum ditemukan. Beberapa poin penting dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan tanda-tanda pembusukan, pembengkakan, dan kulit mengelupas akibat terendam air.
Diduga kuat korban terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Baca juga:  Tali Sling Lift Putus Sebabkan 5 Tewas, Keluarga Korban "Ngulapin"

Untuk sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada tindak kriminal.

Pihak kepolisian melalui Unit Reskrim Polsek Ubud masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi pasti jatuhnya korban. Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga korban di Prancis. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN