Sejumlah warga melintasi areal persawahan di seputaran kecamatan Ubud. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Trans Metro Dewata Jadi Solusi Liburan Hemat, Cek Jadwal hingga Rutenya

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 23 April 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Dewa Stata
Baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya.

Dewasa Tanian
Baik untuk mulai menanam, mulai suatu usaha pertanian.

Kala Buingrau
Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah.

Baca juga:  Empat Terdakwa 19 Ribu Butir Ekstasi Kompak Divonis 20 Tahun Penjara

Kala Lutung Megandong
Baik untuk menanam pijer (bibit kelapa yang baru tumbuh), menanam buah-buahan.

Kala Temah
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Lebur Awu
Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi.

Lutung Megandong
Baik untuk menanam buah-buahan dan umbi-umbian.

Mreta Sula
Tidak baik untuk melakukan semua macam yadnya.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Baca juga:  Cek Jadwalnya, Pemeliharaan Jaringan Listrik di Bali pada 4 November 2025

Tutur Mandi
Baik untuk melakukan hal yang bersifat gaib (kedyatmikan), memberikan petuah/nasihat. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN