Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin meninjau pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SD gelombang pertama di SDN 03 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Senin (20/4/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan nilai tes kemampuan akademik (TKA) sebaiknya tidak dilihat sebagai kegagalan. TKA harus dipakai sebagai salah satu sumber instrumen guna mengevaluasi sekaligus memperbaiki sistem pendidikan nasional.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan kehadiran TKA dirancang sebagai instrumen evaluasi, bukan sebatas penilaian hasil akhir sehingga seluruh pihak perlu melihat hasil tersebut sebagai pijakan untuk langkah perbaikan berikutnya.

“Ya sebetulnya TKA ini kan untuk perbaikan kualitas pembelajaran ya. Bukan hanya sekolah, pemerintah daerah maupun kementerian juga harus punya strategi yang lebih bisa mengakselerasi kualitas dengan hasil existing yang sekarang,” kata Toni di sela meninjau Posko Pemantauan TKA jenjang SD di Kompleks CBD BSD, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin (20/4) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Dua SD di Bangli Tak Gelar USBN, Ini Alasannya

Lebih lanjut, ia menegaskan hasil TKA yang telah diperoleh pada jenjang pendidikan sebelumnya harus dilihat sebagai data awal untuk merumuskan kebijakan berikutnya yang berbasis kondisi nyata di lapangan.

“Jadi kita sangat bersyukur ketika sudah mempunyai hasil TKA semuanya ya di seluruh jenjang apa yang harus kita lakukan,” imbuhnya.

Perhatian publik pun, kata Toni, sebaiknya tidak hanya berfokus pada polemik pelaksanaan TKA, melainkan menggeser diskursus ke arah solusi konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Baca juga:  BRI Kembangkan Talenta Digital Kompeten dan Berkualitas

“Jadi lebih baik juga media itu menyampaikan apa yang harus kita lakukan ke depan, jadi tidak terpaku pada isu-isu yang terkait dengan pelaksanaan TKA,” katanya.

Ia juga kembali mengingatkan terkait perbaikan kualitas pendidikan yang sudah seharusnya menjadi agenda utama semua pihak, dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, hingga pihak satuan pendidikan.

“Lebih baik kita geser isunya ke bagaimana the next step untuk perbaikan kualitas. Karena memang existing-nya ya kalau kami bandingkan dengan hasil-hasil lain itu mirip. Jadi memang kami punya PR besar untuk peningkatan kualitas ini,” kata Toni. (kmb/balipost)

Baca juga:  Rumah Kos Pelaku Pengeboman Digeledah Densus 88 Anti Teror
BAGIKAN