Deretan mobil melaju pelan karena kondisi lalu lintas yang padat di Jalan Raya Legian, Kuta. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rencana pengoperasian water taxi dari kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu mulai dimatangkan sebagai solusi mengurai kemacetan di Bali selatan. Moda transportasi laut ini digadang-gadang mampu memangkas waktu tempuh sekaligus mengurangi beban lalu lintas darat yang selama ini semakin padat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, menjelaskan konsep awal water taxi akan melayani rute dari Pantai Sekeh di sekitar bandara menuju Pantai Berawa. Saat ini proyek masih dalam tahap kajian, termasuk desain kapal serta infrastruktur pelabuhan pendukung.

“Konsepnya transportasi via laut dari Pantai Sekeh dekat bandara menuju area Pantai Berawa. Saat ini masih penyelesaian kajian, termasuk desain kapal dan pelabuhan. Diharapkan uji coba bisa dilakukan tahun ini,” ujarnya, Jumat (10/4).

Menurut Mudarta, jalur Pantai Sekeh–Berawa diprioritaskan karena menjadi koridor paling padat, meliputi kawasan Kuta, Seminyak, hingga Canggu. Kemacetan di wilayah ini kerap terjadi, terutama saat jam sibuk dan musim liburan.

Baca juga:  Jadi Pemicu Banjir di Jalan Sri Kahyangan, Pemkab Badung Minta Pemilik Bangunan Mundur 1 Meter dari Bibir Sungai

Ia menegaskan, kehadiran water taxi bertujuan memberi alternatif transportasi yang lebih cepat bagi wisatawan dan masyarakat, sekaligus menekan volume kendaraan di jalan raya. “Tujuannya untuk memberi alternatif, mengurangi beban lalu lintas darat, dan pengurangan waktu tempuh,” katanya.

Rencana ini sebelumnya disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Nusantara, Jakarta. Pemerintah pusat menilai water taxi sebagai solusi strategis untuk mengatasi kemacetan kronis di Bali selatan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan water taxi (taksi air) di Bali dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu.

“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu sebagai opsi mobilitas yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung sektor pariwisata di Bali,” ucapnya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Rencana taksi air merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara, untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, terutama di Kabupaten Bandung. Taksi air direncanakan bakal menghubungkan titik-titik strategis seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan wisata padat seperti Seminyak, Canggu, Kuta, dan Uluwatu.

Baca juga:  Tindak Impor Ilegal, Pemerintah Bakal Fokus pada Arus Barang Masuk Pelabuhan

Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh jalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu adalah selama 1,5-2 jam, sedangkan menggunakan water taxi diadakan bisa menempuh maksimal selama 30 menit.

Hasil survei terdapat terhadap wisatawan juga mencatat bahwa Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi dari pelancong domestik maupun turis asing di Bali.

Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp1,21 triliun.

“Untuk tetap menjamin aspek keselamatan dan keamanan pada perairan yang tergolong ekstrim, dibutuhkan layout dengan penahan gelombang atau breakwater untuk pelabuhan di Bandara Ngurah Rai atau Pantai Sekeh dan di Canggu di Pantai Brawa,” ungkap Menhub.

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry yang bakal menangani alat-alat yang mengoperasikan taksi laut sedang dalam proses penelusuran studi Detail Engineering Design (DED), dan dilanjutkan pekerjaan konstruksi mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027.

Baca juga:  Upaya Efisiensi, Mobil Dinas OPD Jembrana Disentralisasi di Setda

Sebagai tindak lanjut studi perencanaan program water taxi, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan beberapa poin tindak lanjut yang secara garis besar mencakup finalisasi studi pra-desain, penyusunan DED, pelaksanaan langkah percepatan, dan penyampaian estimasi waktu pelaksanaan uji coba operasi pada tahun 2026.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Tingginya kunjungan wisatawan menuntut sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi agar daya saing tetap terjaga.

Selain water taxi, Pemprov Bali juga mendorong pembangunan sejumlah proyek jalan seperti underpass Jimbaran, ruas Gatot Subroto–Canggu, Sunset Road–Mahendradata, hingga jalan lingkar Bali utara–timur.

Pemprov berharap kehadiran water taxi tidak hanya menjadi solusi jangka pendek mengurai kemacetan, tetapi juga bagian dari transformasi transportasi publik Bali yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Jika kajian rampung sesuai target, uji coba moda ini ditargetkan mulai berjalan tahun ini. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN