
GIANYAR, BALIPOST.com – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menggencarkan kegiatan membina dan berbagi di Desa Sumita dan Desa Bakbakan, Kabupaten Gianyar, Selasa (7/4). Kegiatan kolaboratif ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader dalam mengimplementasikan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu guna mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Ny. Putri Koster menekankan bahwa peran Posyandu kini telah bertransformasi. Berdasarkan regulasi terbaru yang diterapkan sejak 2024, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan, melainkan mencakup enam bidang layanan dasar.
“Kader dituntut memahami peran yang lebih luas di masyarakat. Membina dan Berbagi ini bertujuan menyamakan pemahaman terkait 6 SPM tersebut agar layanan kepada masyarakat lebih optimal dan menyentuh seluruh aspek kebutuhan dasar,” ujar Ny. Putri Koster.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para pejuang kemanusiaan di garda terdepan, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan masing-masing berupa 30 kg beras, 2 krat telur ayam, dan susu kepada 54 Kader Posyandu di Desa Sumita dan 72 Kader di Desa Bakbakan.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung integrasi layanan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Gianyar saat ini didukung oleh lebih dari 4.300 kader yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.
“Secara kelembagaan kita sudah sangat siap. Dari sekitar 570 kelompok Posyandu yang diusulkan untuk nomor registrasi nasional, lebih dari 300 sudah terverifikasi. Pada awal tahun 2026 ini, kami juga telah menetapkan 15 Posyandu sebagai percontohan pelaksanaan 6 SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024,” jelas Ny. Dayu Surya.
Adapun enam bidang layanan dalam SPM Posyandu yang kini menjadi fokus meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Selain penguatan kapasitas, Kabupaten Gianyar telah mengembangkan Sistem Informasi Posyandu. Sistem ini memungkinkan pencatatan data secara real-time dan berjenjang mulai dari kehadiran bayi, kondisi ibu hamil, hingga perkembangan balita sebagai dasar pengambilan kebijakan yang akurat.
Di sisi lain, Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, selaku pengarah Posyandu, mengingatkan bahwa kader adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam menyerap aspirasi warga. Melalui penguatan gerakan gotong royong seperti kulkul PKK serta edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber, Posyandu diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan sekaligus percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
Kegiatan ini ditutup dengan peninjauan langsung pelayanan Posyandu di lapangan dan diskusi interaktif bersama para kader mengenai kendala teknis implementasi layanan dasar di tingkat banjar. (Wirnaya/balipost)










