
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengevaluasi patroli yang dilakukan anggota selama ini. Hal ini dilakukan karena gangguan kamtibmas marak terjadi, bahkan melibatkan WNA baik sebagai korban maupun pelaku.
Oleh karena itu AKBP Joseph mengingatkan agar patroli yang dilakukan tidak bersifat formalitas, melainkan benar-benar dirasakan masyarakat dan mencegah kriminalitas.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Kamis (2/4) saat dikonfirmasi mengatakan patroli yang selama ini rutin dievaluasi, baik dari sisi pola, waktu, maupun sasaran.
Evaluasi ini penting dilakukan untuk memastikan kegiatan patroli benar-benar efektif dan tepat sasaran, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah rawan seperti Kuta Utara.
“Sebagai bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan strategi patroli, baik melalui peningkatan intensitas, penguatan patroli pada jam-jam rawan, maupun penempatan personel di titik-titik yang dianggap memiliki kerawanan tinggi,” ujarnya.
Aiptu Ayu menyampaikan Kapolres Badung memberikan penekanan kepada seluruh jajaran agar pelaksanaan patroli dilakukan secara lebih maksimal, terukur, dan berorientasi pada pencegahan. Patroli tidak hanya bersifat mobiling, tetapi juga dilakukan secara dialogis dan hunting system.
Tujuannya untuk memberikan efek kehadiran polisi di tengah masyarakat serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Selain itu, pihaknya mengoptimalkan sinergi dengan masyarakat, pecalang, serta stakeholder terkait, termasuk pemanfaatan teknologi seperti CCTV dan call center 110 untuk mempercepat respon terhadap setiap laporan masyarakat.
“Kami berharap dengan langkah-langkah tersebut, situasi kamtibmas di wilayah Badung, khususnya Kuta Utara dapat makin kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan agar dapat segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Sementara saat mimpi apel pagi, AKBP Joseph menekankan pentingnya disiplin anggota, khususnya terkait kehadiran personel yang masih perlu mendapat perhatian. “Propam agar memastikan kehadiran anggota. Disiplin merupakan kunci utama dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan agar seluruh anggota tidak hanya berfokus pada penindakan, namun juga mengedepankan langkah preventif.
Ia mengingatkan agar patroli yang dilakukan tidak bersifat formalitas, melainkan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Ia juga menginstruksikan penertiban knalpot brong, serta aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.
“Mencegah kriminalitas adalah tanggung jawab kita bersama. Peran Bhabinkamtibmas harus dioptimalkan dalam pembinaan masyarakat, serta pengawasan terhadap patroli harus ditingkatkan,” ujar AKBP Joseph. (Kerta Negara/balipost)










