
AMLAPURA, BALIPOST.com – Hidup dan mati memang penuh dengan misteri. Tak ada yang tahu kapan takdir itu akan datang.
Seperti yang dialami oleh I Gede Eri Setiawan yang mengalami laka lantas tunggal akibat mobil yang dikemudikannya terjun ke jurang di Jalan Raya Rendang-Kubu, tepatnya di Banjar Temakung, Desa Ban, Kubu, pada Minggu (22/3) sore.
Kepergian korban menyisakan kesedihan yang sangat mendalam untuk keluarga korban dan kerabat serta teman dekatnya. Terlebih sesama hidupnya korban yang berasal dari
Desa Adat Tianyar, Desa Tianyar, Kubu dikenal sangat aktif di masyarakat.
Bendesa Adat Tianyar, I Gede Suarma, menuturkan, kalau semasa hidupnya almarhum dikenal sangat aktif di masyarakat. Kata dia, kendati korban bekerja di Denpasar, namun apabila ada kegiatan di daerah asalnya, yang bersangkutan selalu berusaha agar bisa hadir.
“Tidak hanya ketika sudah berkeluarga, aktifnya Eri di Desa Adat Tianyar sudah ditunjukkan sejak ia masih muda. Ia disebut pernah mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Yowana (Sekaa Teruna-Teruni) setempat,” ucapnya pada Selasa (24/3).
Suarma mengatakan, selain aktif bermasyarakat, dirinya mengenang alm merupakan sosok pria yang sangat ramah. Meskipun badannya dihiasi tatto, namun ia sangat sopan pada tetua yang ada diwilayahnya di sana. “Alm selalu menyapa jika bertemu dengan orang, alm sangat sopan pada semua orang,” kenangnya.
Dia menjelaskan, alm rencananya akan diaben dalam waktu dekat ini. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui jadwal pastinya. “Alm meninggalkan anak yang masih bayi. Bahkan, baru-baru ini anaknya diupacarai tiga bulanan,” tambahnya.
Untuk diketahui, Gede Eri Setiawan mengalami kecelakaan lalulintas tunggal di Jalan Raya Rendang-Kubu, tepatnya di Banjar Temakung, Desa Ban, Kubu, pada Minggu (22/3) sore.
Ia bersama kendaraan roda empat yang dikemudikan terjun ke jurang dengan tinggi sekitar 100 meter, membuatnya korban meninggal dunia di lokasi akibat luka parah yang dialami. (Eka Parananda/balipost)










