
NEGARA, BALIPOST.com – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan ASDP Gilimanuk kembali normal setelah sempat dihentikan selama perayaan Hari Raya Nyepi. Operasional pelabuhan resmi dibuka kembali pada Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA.
Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, mengatakan pembukaan kembali pelabuhan ditandai dengan pergerakan kapal pertama dari lintasan Gilimanuk menuju Ketapang.
“Kapal pertama yang sandar dan bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk adalah KMP Prahtita,” ujarnya.
Dari informasi untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan pasca-Nyepi, sebanyak 30 kapal disiagakan dan mulai beroperasi di lintasan Gilimanuk–Ketapang. Pengoperasian kembali pelabuhan dilakukan secara terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan arus kendaraan dan penumpang dapat terlayani dengan baik.
Pembukaan kembali Pelabuhan Gilimanuk menjadi momentum mengurai kepadatan kendaraan selama arus Mudik ini, sekaligus mengembalikan mobilitas masyarakat antara Bali dan Jawa.
Sementara itu sebelum penutupan penyeberangan pada Kamis (19/3) pagi terkait Nyepi di Bali, ribuan kendaraan yang sempat antre di Gilimanuk semuanya terangkut ke Pulau Jawa. Manajemen ASDP mencatat, antrean kendaraan berhasil diurai hingga nol kilometer pada Rabu 18 Maret 2026 malam. Hingga pukul 22.20 WITA, tidak ditemukan lagi antrean di area pintu masuk pelabuhan.
Penghentian sementara operasional penyeberangan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi. Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, dalam keterangan rilisnya mengatakan penguraian antrean merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang berjalan cepat dan efektif.
“Kami mengapresiasi kesabaran masyarakat serta sinergi seluruh pihak, sehingga antrean dapat ditekan hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kepadatan yang sempat terjadi sebelumnya dapat diatasi melalui respons cepat di lapangan. Sejumlah langkah strategis diterapkan, mulai dari pengoperasian sekitar 35 kapal, penerapan pola sangat padat, hingga sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mempercepat layanan.
Selain itu, dilakukan pula penambahan kapal bantuan, rekayasa lalu lintas, serta optimalisasi buffer zone. Kolaborasi antara ASDP, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan pengendalian arus.
Di sisi lain, ASDP mencatat adanya lonjakan kendaraan lebih dari 40 persen menjelang penutupan lintasan. Peningkatan tersebut turut memberi tekanan terhadap kapasitas layanan dan berdampak pada antrean di periode sebelumnya.
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam periode 18 Maret 2026 (H-3), jumlah penumpang mencapai 74.213 orang atau meningkat 65,2 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua tercatat 14.659 unit, roda empat 7.260 unit, bus 585 unit, dan truk 1.051 unit, dengan total kendaraan mencapai 23.555 unit.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, total penumpang tercatat 457.611 orang dan kendaraan sebanyak 146.447 unit, menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (Surya Dharma/balipost)










