Seorang anak bermain di sekitar pembangunan perumahan di Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Kumulatif Pasien COVID-19 Bali Hampir Capai 8.000 Orang, Ini Kontributor Terbanyak Kasus Harian

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 17 Maret 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Agni Agung Doyan Basmi
Bersifat panas, tidak baik membangun rumah, terutama tidak baik mengatapi rumah, karena mudah terbakar. Baik untuk mulai membakar bata, genteng, gerabah, keramik, tembikar, dan lain-lain.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Pertemuan, Berikut Ala Ayuning Dewasa 12 November 2025

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Dirgahayu
Baik untuk mulai belajar.

Gagak Anungsang Pati
Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa

Kala Gumarang Turun
Baik untuk menanam sirih dan tambakau. Tidak baik untuk pembuatan bibit.

Kala Sudangastra
Baik untuk membuat alat-alat yang runcing.

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Purwani
Tidak baik dipakai dewasa.

Baca juga:  Besakih dan Pempatan Hujan Abu

Taliwangke
Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. (Sumarthana/balipost)

 

BAGIKAN