Para atlet saat mengikuti kejuaraan ORADO di wantilan Kantor Bupati Karangasem, pada Sabtu (14/3).(BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Tercatat belasan tim ikut berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Karangasem yang dilaksanakan di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, pada Sabtu (14/3). Ajang yang baru pertama kali digelar ini sebagai ajang untuk menjaring bibit-bibit atlet ORADO di bumi lahar.

Sekretaris Pengprov ORADO Provinsi Bali, I Gede Subianta Eka Kresnawan, mengungkapkan, di Indonesia olahraga domino ini sudah melekat di masyarakat, tapi di Bali olahraga Domino ini tergolong olahraga baru. “Olahraga domino ini nantinya akan dirapikan dan ada aturan mainnya serta lengkap dengan wasit serta yang lainnya,” ujarnya.

Baca juga:  Sasaran Bantuan Paket Sembako Belum Jelas

Eka Kresnawan mengatakan, olahraga domino ini dalam satu meja terdiri dari empat orang. Dua orang terhitung dalam satu tim. Nantinya, mereka bakal beradu strategi untuk menjatuhkan lawan hingga akhirnya bisa memenangkan babak per babak untuk mendapat poin dan keluar sebagai pemenang. “Cabor ORADO ini tidak sekadar main seperti biasa. Tapi ada strategi, analisa dan berpikir bagaimana cara mengalahkan lawan,” katanya.

Menurut Eka Kresnawan, saat ini ORADO ini sudah terbentuk pengcab di semua kabupaten/kota di Bali. Untuk itu, Pengprov mendorong agar Pengcab Orado di Bali menggelar Kejuaraan  tingkat Kabupaten (Kejurkab). “Kerjurcab ini merupakan kejuaraan yang kesekian yang di gelar kabupaten/kota,” jelasnya.

Baca juga:  Raih 18 Emas di Porprov, Bangli Naik ke Peringkat 7

Dia menjelaskan, pihaknya berharap lewat event ini, pihaknya ingin menghapus kesan negatif di masyarakat, bahwa domino yang selama ini identik dengan judi, kini bisa menjadi jalur mengukir prestasi yang membanggakan. ”Sekarang ini diseriuskan. Nanti akan di eksebisikan di Porprov 2027 ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengcab Orado Karangasem, I Gusti Ngurah Gede Subagiartha mengungkapkan, kejuaraan ORADO di tingkat Kabupaten yang menjadi kejuaraan pertama Orado Karangasem disambut antusias. ”Sejatinya permainan domino ini kan sudah dipahami. Cuma kini aturan permainannya saja yang harus diketahui agar tidak salah,” ucap Gus Ode.

Baca juga:  Porjar Gianyar 2026 Gunakan Format Kejurkab

Ode mengatakan, event ini dijadikan sebagai ajang untuk melakukan penyaringan atlet domino berbakat di Karangasem untuk mewakili Karangasem dalam ajang Provinsi dan Nasional nantinya.

“Kami juga akan turun ke banjar-banjar dan sekolah mensosialisasikan cabor ini. Ingin mengedukasi, dom yang awalnya dipandang negatif sekarang bisa menjadi permainan yang bisa mendatangkan prestasi membanggakan,” terangnya sembari menyatakan, dalam event perdana ini diikuti 12 tim. Yakni empat tim kelas junior, dan delapan tim kelas senior,” tandanya. (Eka Parananda/balipost).

 

BAGIKAN