Warga mendatangi GPM di Denpasar, Rabu (11/3). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah terus memperkuat langkah pengendalian harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu (11/3).

Di Provinsi Bali, kegiatan dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Rabu (11/3). Kegiatan ini sebagai strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, Idulfitri 1447 Hijriah, serta Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948.

Baca juga:  Jelang HBKN, TPID Kabupaten Badung Gelar Operasi Pasar Murah

Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beberapa bahan pokok yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, serta sejumlah kebutuhan pangan rumah tangga lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah untuk menekan potensi kenaikan harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Baca juga:  Jaga Ketahanan Pangan, Penting Jaga Lumbung Pangan Barat Bali

Menurutnya, meningkatnya permintaan menjelang hari raya seringkali memicu lonjakan harga di pasar. Karena itu, intervensi pemerintah melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau menjadi salah satu strategi untuk menyeimbangkan kondisi pasar.

“Gerakan Pangan Murah ini menjadi bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya, Rabu (11/3).

Baca juga:  Pangan Murah Sasar Masyarakat Desa Bakbakan

Ia juga menegaskan bahwa secara umum kondisi ketersediaan pangan di Bali masih aman dan mencukupi. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap stok dan perkembangan harga komoditas pangan strategis di lapangan.

Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga serta inflasi daerah dapat dikendalikan menjelang momentum perayaan hari raya keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan tahun ini. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN