Tradisi adat dan budaya Bali yang kerap ditunggu oleh pengunjung DTW Tanah Lot. (BP/dok)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kawasan wisata Tanah Lot di desa Beraban,  Kediri, Kabupaten Tabanan mulai bersiap menyambut prosesi Melasti menjelang Hari Raya Nyepi. Tradisi penyucian diri umat Hindu yang dilaksanakan di tepi laut itu diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari sebelum Nyepi dan tentunya diprediksi akan menjadi daya tarik wisata budaya bagi wisatawan.

Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengatakan hingga Jumat (6/3) pengelola belum menerima banyak pemberitahuan resmi dari desa adat terkait jadwal pelaksanaan Melasti. Biasanya, desa-desa langsung berkoordinasi dengan pihak pura, khususnya para pemangku, terkait waktu pelaksanaan upacara. “Sejauh ini baru Desa Beraban yang menyampaikan rencana Melasti pada Senin, 16 Maret. Desa lain kemungkinan juga akan melaksanakan prosesi serupa menjelang Nyepi, namun jadwalnya masih menunggu konfirmasi,” ujarnya.

Baca juga:  Nyepi 2024, Beban Puncak Diprediksi Turun hingga 919 MW

Menurut Toni, pengelola kawasan tetap melakukan persiapan seperti tahun-tahun sebelumnya. Koordinasi dilakukan dengan aparat kepolisian serta pecalang guna mengantisipasi kepadatan kendaraan saat rombongan Melasti memasuki kawasan wisata. “Pengaturan kegiatan Melasti pada prinsipnya tidak ada perubahan. Kami tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pecalang untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat prosesi berlangsung,” katanya.

Kendaraan rombongan Melasti nantinya akan diarahkan menuju area parkir umum yang memiliki kapasitas lebih luas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di area utama sekaligus menjaga kelancaran aktivitas wisatawan yang berkunjung.

Baca juga:  Cegah Penyelundupan, Polisi Awasi Pemeriksaan Barang

Seperti diketahui, prosesi melasti di Tanah Lot selama ini juga dikenal sebagai magnet wisata budaya. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara datang untuk menyaksikan iring-iringan umat Hindu yang membawa pratima, payung adat, hingga sarana upacara menuju laut sebagai bagian dari ritual penyucian.

Di sisi lain, data manajemen operasional Tanah Lot mencatat jumlah kunjungan wisatawan pada awal 2026 mengalami penurunan. Pada Januari tercatat 103.646 kunjungan, Februari turun menjadi 71.701 kunjungan, sementara hingga 5 Maret baru mencapai 7.338 kunjungan. Penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain situasi global dan momentum bulan puasa. Meski demikian, momentum Melasti menjelang Nyepi diyakini dapat kembali menarik perhatian wisatawan sekaligus menampilkan kekayaan tradisi Bali kepada dunia. (Dewi Puspawati/balipost)

Baca juga:  Terlibat 0,09 Gram Sabu, Pria Australia Diadili

 

BAGIKAN