
DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek berlangsung khidmat di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Selasa (3/3). Umat nampak silih berganti datang ke Kongco sejak pagi hari untuk melaksanakan persembahyangan sebagai ungkapan rasa syukur setelah menjalani perayaan Imlek selama 15 hari.
Pemucuk Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Ida Bagus Adnyana, menjelaskan Cap Go Meh menjadi momentum penutup sekaligus pembuka lembaran baru di awal pertama bulan purnama. “Dengan bulan yang terang ini, semoga jalan kehidupan umat diterangi, dilancarkan, diberikan kesehatan dan kesejahteraan. Itulah makna Cap Go Meh,” ujarnya.
Ia menuturkan, sejak pagi umat melaksanakan persembahyangan hingga menjelang tengah malam. Persembahyangan tersebut merupakan wujud sujud bakti dan rasa syukur atas tuntunan serta penyertaan Tuhan sepanjang rangkaian perayaan.
Menurutnya, tidak ada perbedaan mendasar antara persembahyangan saat Imlek dan Cap Go Meh. Keduanya sama-sama dilaksanakan sebagai ungkapan syukur. Namun, pada perayaan Cap Go Meh, umat juga mengaturkan hidangan sebagai simbol berkah, seperti lontong atau ketupat.
“Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah atau simbol tertentu. Apa yang sudah ditata, itulah yang dihaturkan. Setelah itu umat bersama-sama menikmati sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penutupan perayaan, pada malam hari digelar pertunjukan kesenian di Kongco Dwipayana Tanah Kilap. Acara yang dimulai pukul 21.00 Wita itu menampilkan Tari Tujuh Dewi, Tari Lisienpu, serta atraksi Barongsai yang diiringi petasan. Seluruh rangkaian berlangsung di halaman Kongco.
Suasana kebersamaan terasa saat umat berkumpul dan menikmati hidangan bersama usai persembahyangan. Perayaan Cap Go Meh di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap pun menjadi penanda berakhirnya rangkaian Imlek tahun ini dengan penuh rasa syukur dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. (Widiastuti/bisnisbali)








