Estuary dam, Suwung, sebagai salah satu sumber utama air baku Perumdam Tirta Mangutama. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat langkah penanggulangan banjir, khususnya di kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta, dan sekitarnya. Selain pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa juga menggagas pemanfaatan air hujan sebagai sumber air baku bagi Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau PDAM Badung.

Gagasan tersebut muncul di tengah upaya konkret Pemkab Badung dalam memperkuat sistem pengendalian banjir pada tahun pertama masa jabatan Adi Arnawa. Ia menilai potensi besar air hujan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, curah hujan yang tinggi di Badung seharusnya dapat menjadi sumber daya yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Curah hujan ini harusnya membawa berkah. Saat hujan deras dan berpotensi banjir di satu titik, kenapa tidak kita sedot airnya untuk dimanfaatkan sebagai cadangan air baku?” ujar Bupati Adi Arnawa pada Jumat (27/2).

Baca juga:  Sudah Empat Minggu Berturut-turut!! Bali Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, ia telah menginstruksikan PDAM Badung menyiapkan sistem pengolahan air yang bersifat portable dan dilengkapi teknologi membran. Sistem ini dirancang agar dapat ditempatkan di titik-titik rawan genangan.

Air hujan yang terkumpul nantinya akan disedot, diproses melalui sistem filtrasi modern, kemudian dialirkan ke jaringan pipa terdekat atau ditampung dalam reservoir sebagai cadangan air baku. Adi Arnawa menjelaskan, teknologi membran seperti membrane bioreactor bahkan mampu mengolah air limbah menjadi air layak konsumsi. Karena itu, secara teknis air hujan yang relatif lebih bersih dinilai lebih memungkinkan untuk diolah menjadi air minum.

Baca juga:  Hari Baik untuk Mulai Memelihara Ternak, Berikut Ala Ayuning Dewasa 26 Januari 2026

Sebagai tahap awal, Pemkab Badung menargetkan pengadaan sekitar 20 unit instalasi portable untuk uji coba di sejumlah titik rawan genangan. Perangkat ini diharapkan mampu merespons cepat saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga selain mengurangi genangan juga menambah suplai air baku bagi masyarakat.

Ia mengakui konsep tersebut masih dalam tahap penjajakan serta kajian teknis. Namun secara kebutuhan, gagasan pemanfaatan air hujan dinilai menjadi alternatif yang logis di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih di Badung. “Selama ini kita memanfaatkan air dari estuary dam dan air olahan. Sekarang kita punya air hujan yang melimpah saat musim hujan. Tinggal dihitung secara teknis dan tarif oleh PDAM,” tegasnya.

Baca juga:  Lift Kaca di Pantai Kelingking, Gubernur Koster Beri 'Deadline' Pembongkaran dan Pemulihan Fungsi Ruang

Saat ini pemerintah daerah, kata Bupati Adi Arnawa, tengah melakukan pengadaan serta penataan sungai, termasuk pembebasan lahan di kawasan Central Parkir dengan nilai lebih dari Rp2 miliar. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperlebar aliran sungai guna mengurangi potensi luapan air saat hujan deras.

Selain penataan sungai, Pemkab Badung juga bersiap menenderkan pengadaan delapan unit pompa air berkapasitas 30.000 liter per detik. Pompa ini dirancang untuk mempercepat pembuangan genangan ketika curah hujan tinggi sehingga banjir dapat lebih cepat surut.

Upaya normalisasi sungai juga terus dilakukan secara berkala. Pemerintah daerah sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena dapat memperparah penyumbatan aliran air dan meningkatkan risiko banjir. (Parwata/balipost)

BAGIKAN