
JAKARTA, BALIPOST.com – Kuartal keempat 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi di antara negara-negara G20. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto, Rabu (11/2).
Dikutip dari Kantor Berita Antara, Airlangga mengatakan pertumbuhan kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen. “Pertumbuhan tahunan (year on year) sebesar 5,11 persen, ini juga sangat baik,” katanya usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dari sisi sektor riil, Airlangga melaporkan bahwa aktivitas manufaktur masih berada pada zona ekspansi dengan indeks sebesar 52,6. Selain itu, tingkat keyakinan konsumen pada Januari juga menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga mengalami kenaikan menjadi 127 pada Januari 2026. Pada bulan sebelumnya, IKK tercatat sebesar 123,5.
Sementara itu, kinerja konsumsi domestik turut menunjukkan tren positif. Penjualan riil tercatat tumbuh 7,9 persen secara tahunan dan angka ini meningkat signifikan dibandingkan Desember tahun lalu yang tumbuh 3,5 persen.
Dari segi neraca perdagangan, pada Desember 2025 mencatatkan surplus 2,51 miliar dolar AS atau surplus selama 68 bulan berturut-turut.
Realisasi pada Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp1.931,2 triliun.
“Kemudian dari segi cadangan devisa tetap tinggi 154,6 (miliar dolar AS) dan pertumbuhan kredit tinggi 9,69 (persen),” jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga melaporkan bahwa peringkat kredit Indonesia dari berbagai lembaga pemeringkat internasional masih berada pada level investment grade. Meski demikian, pemerintah mencermati outlook negatif dari Moody’s sebagai hal yang perlu diantisipasi dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat.
“Nah ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan utamanya tentang penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat dan juga terkait dengan rencana dari pada Danantara,” pungkasnya. (kmb/balipost)










