
SINGASANA, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan menargetkan 20.671 bayi dan balita menerima kapsul vitamin A yang dirangkaikan dengan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan selama Februari 2026. Rinciannya, sebanyak 2.590 bayi dan 18.081 balita menjadi sasaran program rutin dua kali setahun tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi menegaskan, kegiatan ini penting untuk mencegah kekurangan vitamin A serta penyakit kecacingan yang berpotensi mengganggu pertumbuhan anak dan memicu malnutrisi kronis. “Vitamin A dan obat cacing diberikan untuk menjaga daya tahan tubuh serta memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal,” ujarnya, Senin (9/2).
Ia memastikan ketersediaan logistik dalam kondisi aman. Saat ini stok vitamin A biru mencapai 3.850 kapsul, sedangkan vitamin A merah 68.600 kapsul. Jumlah tersebut dinilai mencukupi seluruh kebutuhan sasaran di Kabupaten Tabanan.
Karena itu, pihaknya mengimbau para orang tua membawa bayi dan balita ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat sesuai jadwal pelayanan. “Peran orang tua sangat menentukan keberhasilan program ini. Jangan sampai ada anak yang terlewat,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyebut intervensi kesehatan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul. Pencegahan, menurutnya, menjadi kunci untuk menekan angka kesakitan dan risiko kematian balita. “Dengan anak-anak yang sehat, kita sedang membangun kualitas sumber daya manusia Tabanan ke depan,” katanya.
Program Bulan Kapsul Vitamin A dilaksanakan setiap Februari dan Agustus, sedangkan POPM cacingan diberikan secara serentak di wilayah berisiko guna memutus rantai penularan penyakit. (Puspawati/balipost)










