Petugas melakukan penyuntikan vaksin LSD ke sapi di sekitar wilayah tertular beberapa waktu lalu. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah sapi yang terkena Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jembrana mulai pulih. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Jembrana menyebutkan sebagian ternak yang sebelumnya terjangkit kini berangsur pulih, ditandai berkurangnya gejala luar pada kulit.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) DPPP Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Kamis (29/1), mengatakan, jumlah sapi yang masih hidup dengan status positif LSD sudah menunjukkan perkembangan positif. Sebelumnya tercatat 36 ekor sapi LSD, dan 34 ekor masih hidup.

Baca juga:  Gerebek Galian C, Enam Truk Ditahan Polisi Kembangkan Dugaan Pungli

“Berkurang karena dari terjangkit itu belum dipastikan sembuh (hidup), tetapi sudah berkurang dari gejala luar (di kulit). Tetapi perlu dipastikan lagi dengan mengambil sampel apakah di dalam juga sudah sembuh,” jelasnya.

Di tengah perkembangan tersebut, upaya pengendalian LSD terus digenjot melalui vaksinasi. DPPP Jembrana kembali menerima tambahan vaksin LSD dari Kementerian Pertanian. Tambahan vaksin yang diterima sebanyak 3.940 dosis untuk menyasar wilayah tertular di empat kecamatan.

Baca juga:  Terapkan Disiplin Prokes di Badung, Ini Instruksi Bupati Giri Prasta

Sugiarta menjelaskan, sebelumnya Kementerian Pertanian telah menyalurkan 400 dosis vaksin LSD yang sudah digunakan untuk ternak di daerah tertular sejak pekan lalu. Namun stok tersebut hampir habis, sehingga tambahan vaksin menjadi sangat dibutuhkan.

“Vaksin bantuan pertama sudah hampir habis, tapi kami dapat dukungan tambahan vaksin lagi dari Kementan,” ujarnya.

Bantuan vaksin 3.940 dosis tersebut disalurkan melalui Balai Besar Veteriner Denpasar. Untuk tahap awal, sebanyak 500 dosis sudah dibawa ke Jembrana dan diprioritaskan bagi wilayah yang teridentifikasi tertular.

Baca juga:  Penetapan DPT, Jumlah Pemilih di Tabanan Berkurang

Vaksinasi dilakukan secara bertahap pada sapi di sejumlah desa di empat kecamatan, dengan harapan mampu menekan penyebaran LSD ke ternak lain. Meski demikian, jumlah vaksin yang tersedia masih belum mencukupi untuk kebutuhan di Jembrana. Pasalnya, estimasi populasi sapi di kabupaten ini mencapai sekitar 41 ribu ekor. Karena itu, pihaknya berharap ada tambahan dukungan vaksin, baik dari Kementerian Pertanian maupun dari Pemprov Bali. (surya dharma/balipost)

BAGIKAN