
DENPASAR, BALIPOST.com – Ratusan pesepak bola usia dini memenuhi Stadion GOR Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (24/1) pagi. Mereka berkompetisi dalam ajang ASSA Football Grassroot Festival 2026, turnamen pembinaan usia muda yang rutin digelar oleh Asosiasi Sekolah Sepak Bola dan Academy (ASSA) Bali.
Festival sepak bola ini diikuti atlet berusia 8 hingga 13 tahun. Selain menjadi wadah mengasah kemampuan teknis sejak dini, turnamen tersebut juga diarahkan sebagai ajang penjaringan bibit-bibit potensial yang kelak diharapkan mampu mengharumkan nama Bali di level nasional.
Sebanyak 50 tim dari lima kabupaten/kota di Bali, Jembrana, Tabanan, Gianyar, Badung, dan Denpasar ikut ambil bagian. Kompetisi dibagi dalam empat kelompok usia dengan format yang disesuaikan untuk mendukung perkembangan pemain muda.
Kelompok Usia (KU) 8 tahun diikuti 10 tim dengan format lima pemain, KU 10 tahun diikuti 12 tim dengan format tujuh pemain, KU 12 tahun diikuti 16 tim dengan format tujuh pemain, serta KU 13 tahun diikuti 12 tim dengan format sembilan pemain.
Ketua ASSA Bali sekaligus Ketua Panitia ASSA Football Grassroot Festival 2026, Nyoman Mudiasa, mengatakan ajang ini menjadi agenda perdana ASSA Bali di tahun 2026 sekaligus rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ASSA Bali ke-3. “ASSA Bali rutin menggelar turnamen minimal dua kali dalam setahun, biasanya saat libur sekolah, agar pembinaan atlet usia dini bisa berjalan secara konsisten,” ujar Mudiasa.
Ke depan, ASSA Bali menargetkan cakupan turnamen yang lebih luas. “Tahun berikutnya kami berencana menjaring peserta hingga wilayah Nusa Tenggara. Astungkara rencana ini bisa berjalan dengan baik,” pungkas Mudiasa. (Suka Adnyana/balipost)









