
JAKARTA, BALIPOST.com – Kejutan besar terjadi di Stadion Aspmyra, Norwegia. Raksasa Inggris Manchester City harus mengakui keunggulan tuan rumah Bodo/Glimt setelah takluk dengan skor 1-3 pada laga ketujuh fase liga Liga Champions, Selasa (20/1) waktu setempat.
City yang tampil dominan sejak menit awal justru dibuat terkejut oleh permainan agresif Bodo/Glimt. Tim tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui sundulan tajam Kasper Hogh yang memaksimalkan umpan lambung Ole Blomberg.
Hanya dua menit berselang, Hogh kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah kembali menyelesaikan assist Blomberg, membawa Bodo unggul cepat 2-0, dirilis dari Kantor Berita Antara.
Tertinggal dua gol, City mencoba bangkit. Peluang emas sempat didapat Erling Haaland menjelang turun minum, namun tembakannya masih melenceng dari sasaran sehingga skor tetap bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Bodo/Glimt kian percaya diri. Aksi individu Jens Hauge pada menit ke-58 kembali merobek gawang City dan mengubah skor menjadi 3-0, membuat publik Aspmyra bergemuruh.
City sempat memberi harapan dua menit kemudian ketika Rayan Cherki sukses memanfaatkan umpan Nico O’Reilly untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3. Namun momentum kebangkitan tersebut tak bertahan lama. Gelandang andalan Rodri harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62, memaksa City bermain dengan 10 orang.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Bodo/Glimt untuk terus menekan. Sempat ada gol tambahan dari Hauge, namun dianulir wasit karena offside. Hingga peluit panjang dibunyikan, City tak mampu menambah gol, sementara pertahanan Bodo tetap solid menjaga keunggulan.
Kekalahan ini membuat Manchester City tertahan di peringkat keempat klasemen sementara fase liga Liga Champions dengan 13 poin dari tujuh pertandingan, belum sepenuhnya aman untuk lolos otomatis ke babak 16 besar. Sebaliknya, kemenangan krusial ini mengangkat Bodo/Glimt ke posisi ke-26 dengan enam poin dan menjaga asa mereka melangkah ke fase gugur melalui jalur play-off. (Suka Adnyana/balipost)









