
JAKARTA, BALIPOST.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan helikopter H225M Caracal untuk membantu pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Maros, Sulawesi Utara, Sabtu (17/1).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pesawat tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dengan membawa tujuh kru dan tiga penumpang.
“Berdasarkan informasi awal, pesawat ATR 400 hilang komunikasi di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan,” ujar Marsma TNI Suadnyana dikutip dari Kantor Berita Antara.
Ia menyebutkan titik koordinat terakhir yang diterima berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, helikopter H225M Caracal dengan Pilot Komando (PIC) Kapten Penerbang (Pnb) Rahman lepas landas dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros.
Selain unsur udara, TNI AU juga mengerahkan 82 personel dari Yon Parako 473 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Divisi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin, dan satu kendaraan Vehicle Control Post (VCP) untuk memperkuat tim gabungan.
Tim gabungan dimaksud terdiri atas Kepolisian Resor (Polres) Maros, Komando Distrik Militer (Kodim) 1422/Maros, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
“Seluruh unsur saat ini telah merapat ke posko lapangan di daerah Bantimurung untuk melakukan koordinasi intensif dan mempercepat proses pencarian,” tuturnya.
Sebelumnya, Basarnas membenarkan pesawat jenis ATR 400/ATR-42-500 milik IAT yang mengangkut 11 orang telah dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
“Kantor SAR Makassar langsung mengerahkan tim pencarian setelah menerima laporan dari AirNav Indonesia. Pesawat tersebut membawa 11 orang yang terdiri atas delapan awak dan tiga penumpang. Kontak terakhir dengan pesawat dilaporkan terputus pada pukul 13.17 WITA,” katanya. (kmb/balipost)










