
NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah rumah warga yang berada di bantaran Sungai Pulukan, Kamis (15/1) sore, kebanjiran sebagai dampak air sungai yang meluap. Permukiman warga yang berada di dekat Lapangan Pekutatan ini terendam banjir saat hujan deras mengguyur wilayah Jembrana.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sejumlah warga yang terdampak mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Perbekel Pekutatan, I Gede Silagunada mengatakan, ada puluhan KK yang tinggal di lapangan bawah Banjar Pasar tersebut. Banjir sudah mulai surut menjelang malam. “Dari 46 KK di sana, ada 16 KK yang terdampak banjir. Sudah langsung tadi mendapat bantuan dari BPBD Jembrana,” kata Silagunada, dikonfirmasi Jumat (16/1) pagi.
Kawasan permukiman ini berada di bagian bawah dan dekat dengan bantaran Sungai Pulukan. Sebelumnya, pada tahun 2021 lalu, permukiman ini juga terdampak banjir dari luapan sungai tersebut. Pada Jumat pagi, warga bersama petugas gabungan baik dari desa, Polres Jembrana bersama Polsek Pekutatan, TNI, dan BPBD, melakukan pembersihan rumah warga pascatergenang air.
Lumpur yang masih menggenangi rumah warga sejak Kamis malam secara gotong royong dibersihkan. Banjir ini dipicu naiknya debit air Sungai Pulukan hingga tinggi kurang lebih 1 meter ke permukiman warga. Sebuah bangunan dapur warga bahkan terseret arus sungai.
Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi memimpin pembersihan lumpur serta sisa material banjir yang masih menutupi halaman hingga rumah warga. Kapolsek mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. (Surya Dharma/balipost)










