Evakuasi sebuah mobil yang tertimpa material bambu di jalur utama yang menghubungkan Banjar Jasan, Desa Sebatu menuju Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Rabu (14/1) dini hari. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Jalur utama yang menghubungkan Banjar Jasan, Desa Sebatu menuju Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, dilaporkan sempat lumpuh total, pada Rabu (14/1) dini hari, akibat rumpun bambu tumbang menutupi badan jalan.

Kejadian ini mengakibatkan sebuah unit mobil tertimpa material bambu hingga pengemudi dan penumpangnya terjebak di dalam kendaraan.

Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., mengatakan peristiwa terjadi saat kondisi jalan dalam keadaan minim penerangan. Mobil yang dikemudikan seorang wanita bersama pemilik kendaraan, I Wayan Rida, sedang melintas dan tiba-tiba terdengar suara ranting patah yang disusul robohnya rumpun bambu dari tebing.

Baca juga:  Cegah Incumbent Lawan Kotak Kosong, KIM Munculkan Kandidat Bacabup

“Pintu kendaraan terjepit, sehingga sopir dan penumpang tidak bisa keluar. Mereka sempat tertahan cukup lama di dalam mobil,” ujar AKP Wiwin.

Dari penuturan Wayan Rida, ia mengaku sempat panik karena pintu mobil hanya bisa terbuka sekitar 10 sentimeter. “Istri saya terus menenangkan. Kami mencoba bersabar sampai bantuan datang,” ungkapnya.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Gianyar, TNI, dan Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. Pengemudi dan penumpang berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat tanpa luka serius.

Baca juga:  Tuntut Perbaiki Akses Jalan, Puluhan Warga Nusa Penida Demo ke Kantor Camat

Sedangkan penanganan material pohon bambu tumbang mencapai 60 persen. Akses jalan di jalur tersebut kini sudah mulai terbuka dan mobil yang tertimpa telah berhasil dikeluarkan dari lokasi.

Pembersihan sisa akar bambu saat ini masih terkendala karena tidak adanya sumber air di dekat lokasi penanganan. Langkah selanjutnya akan segera dikoordinasikan kembali oleh BPBD Gianyar bersama pihak terkait.

Kawasan Banjar Jasan menuju Desa Pupuan dikenal sebagai zona rawan bencana karena struktur tanah yang labil dan berdampingan dengan tebing tinggi. Mengingat masih adanya rumpun bambu lain di tebing yang berpotensi longsor susulan, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Baca juga:  Dua Hari Sebelum Nyepi, Belum Terjadi Peningkatan Penyeberangan di Sanur

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk, mengingat lokasi ini masih tergolong berbahaya,” tutup AKP Wiwin. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN