IB. Waisnawa Punia. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiarta, resmi kembali melanjutkan pengabdian sebagai Guru Besar di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Dengan kepindahan tersebut, untuk sementara jabatan Kadisbud Provinsi Bali diisi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali, IB. Waisnawa Punia, sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Penunjukan IB Waisnawa Punia sebagai Plt. Kadisbud terbilang istimewa. Pasalnya, ia baru sekitar satu bulan dilantik sebagai Kadisdikpora Provinsi Bali per 1 Desember 2025, namun sudah mendapatkan kepercayaan tambahan dari pimpinan untuk mengisi jabatan strategis di sektor kebudayaan.

Baca juga:  Mabuk, Pria Ini Pukul Orang dengan Gelas

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali, Wayan Budiasa, membenarkan bahwa Prof. Arya Sugiarta saat ini telah kembali aktif sebagai Guru Besar di ISI Bali. “Untuk Plt Kadis Kebudayaan ditugaskan sampai dengan adanya pejabat definitif,” ujar Budiasa saat dikonfirmasi, Rabu (7/1).

Dihubungi terpisah, I Gede Arya Sugiarta menjelaskan bahwa keputusannya kembali ke ISI Bali berkaitan dengan ketentuan usia pensiun. “Kalau di Dinas Kebudayaan Provinsi usia pensiun 60 tahun, jadi saya kembali ke ISI satu tahun sebelum pensiun,” tandasnya, Rabu (7/1).

Baca juga:  Dua Sekaa Gong Legendaris Puncaki Konser Meraya Matra Manawa

Untuk diketahui, Arya Sugiarta sebelumnya menjabat sebagai Rektor ISI Bali. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggantikan Prof. Kun Adnyana, yang saat ini menjabat sebagai Rektor ISI Bali.

Sementara itu, IB Waisnawa Punia membenarkan penunjukannya sebagai Plt Kadisbud Provinsi Bali. Sebagai Plt Kadisbud, ia menegaskan bahwa penunjukan tersebut merupakan amanah pimpinan yang siap dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebut pengalamannya lama bertugas di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi modal penting dalam memahami alur perencanaan, program kerja, hingga penganggaran.

Baca juga:  Bupati Tamba Buka Lomba Mekepung, Bentuk Promosi dan Pelestarian Budaya Lokal

“Di kebudayaan ekosistemnya kan seniman. Nanti kita rangkul seniman dan budayawan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disdikpora Bali, Rabu (7/1).

Ia juga menilai bahwa sektor pendidikan dan kebudayaan masih berada dalam satu rumpun yang saling berkaitan. Ke depan, pihaknya berencana mengonfigurasikan program antara pendidikan dan kebudayaan tanpa mengabaikan skala prioritas.

“Kita konfigurasi antara pendidikan dan budaya, namun tetap mengacu pada skala prioritas,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN