
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 14 kepala sekolah (kepsek) Sekolah Dasar (SD) tercatat memasuki masa purna tugas terhitung sejak 1 Januari 2026. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mulai melakukan berbagai langkah antisipasi agar roda kepemimpinan sekolah tetap berjalan.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, Selasa (6/1), menyampaikan bahwa pengisian jabatan kepala sekolah kini sepenuhnya mengikuti mekanisme rekrutmen nasional yang dikelola Kementerian Pendidikan. Melalui sistem tersebut, guru-guru yang telah memenuhi kualifikasi akan mengikuti proses seleksi secara daring.
Ia menjelaskan, hingga akhir Desember lalu, Disdikpora Buleleng telah mengusulkan 91 formasi kepala sekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 posisi sudah terisi, sementara sisanya masih menunggu hasil seleksi. Angka tersebut belum memasukkan 14 kepala sekolah yang akan pensiun pada awal tahun 2026.
“Masih ada sejumlah posisi kepala sekolah yang belum terisi. Ditambah lagi, 14 kepala sekolah akan pensiun per Januari 2026, sehingga penataan perlu dilakukan secara bertahap,” ujar Surya Bharata.
Untuk menghindari kekosongan jabatan, Disdikpora telah mengajukan calon kepala sekolah melalui sistem nasional bagi sekolah-sekolah yang saat ini belum memiliki pimpinan definitif. Sambil menunggu pengumuman hasil seleksi, dinas juga menyiapkan skema penunjukan pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah.
Plt akan diambil dari guru-guru internal sekolah maupun guru senior dari sekolah lain yang dinilai layak, termasuk melalui mekanisme pergeseran penugasan. Langkah ini dilakukan agar aktivitas manajerial dan akademik sekolah tetap berjalan normal.
Surya Bharata mengakui, pengangkatan guru menjadi kepala sekolah memiliki konsekuensi terhadap ketersediaan tenaga pendidik di sekolah. Berkurangnya guru aktif berpotensi memperparah kekurangan guru, terutama akibat gelombang pensiun.
“Kami berharap kepala sekolah tetap melaksanakan tugas mengajar sesuai ketentuan, sembari menunggu pemenuhan kebutuhan guru,” katanya. (Yudha/balipost)









