
DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang perempuan berinisial GACY melapor melalui call center Polri 110, terkait kondisi adiknya IGNRS, yang kos di wilayah Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (6/1) dini hari. IGNRS diduga ingin bunuh diri (bundir) karena mengalami tekanan emosional dan merasa kurang mendapat perhatian dari keluarga besarnya.
Menindaklanjuti laporan pengaduan tersebut, anggota Polsek Denpasar Selatan (Densel) langsung mendatangi TKP. “GACY mengaku khawatir terhadap adiknya (IGNRS). Pelapor menyampaikan bahwa adiknya sempat mengirimkan pesan bernada putus asa dan perpisahan, kemudian tidak dapat dihubungi, sehingga meminta bantuan kepolisian untuk melakukan pengecekan ke lokasi kos,” kata sumber.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Perwira Pengawas (Pawas), Perwira Pengendali (Padal), serta Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Densel langsung ke TKP. Setibanya di lokasi, petugas berhasil bertemu dengan IGNRS dalam kondisi aman, baik, dan sehat.
Dari pemeriksaan awal, IGNRS mengakui mengalami tekanan emosional dan merasa kurang mendapat perhatian dari keluarga besar. Petugas kemudian memberikan arahan, imbauan, serta pendekatan persuasif agar yang bersangkutan tidak mengambil keputusan nekat yang dapat membahayakan diri sendiri.
Kapolsek Densel, AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H. menyampaikan Polri berkomitmen merespons cepat setiap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan jiwa. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan 110 apabila menemukan atau mengalami situasi darurat. Pendekatan humanis dan pencegahan selalu menjadi prioritas kami,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)










