
BANGLI, BALIPOST.com – Munculnya video pernyataan sikap dari sejumlah Pemerintah Desa di Bangli yang mendukung rencana pengiriman sampah dari Denpasar dan Badung ke TPA Landih di media sosial, menuai kritik dari Anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana. Darsana menengarai adanya penggiringan opini yang terstruktur dan sistematis di balik aksi tersebut.
Darsana mencurigai bahwa aksi pembuatan video tersebut bukan merupakan inisiatif murni dari desa, melainkan arahan pihak tertentu. “Saya mencurigai ada penggiringan opini di media sosial yang terstruktur dan masif, bahkan dikendalikan pimpinan daerah untuk seolah-olah menyepakati untuk menyetujui. Saya yakini setiap desa sudah membuat video itu, tapi banyak desa yang sampai saat ini belum berani mengupload karena takut dibully oleh masyarakat,” ujar Darsana, Senin (5/1).
Ia juga menyentil adanya kemungkinan tekanan atau janji politik di balik pembuatan video tersebut. “Rata-rata desa yang mengupload itu desa yang lokasinya jauh dari TPA. Sebenarnya kan tidak elok seperti itu,” ujar politisi Golkar itu.
Darsana menyayangkan sikap kepala daerah yang dinilai terkesan ikut larut dalam isu sampah di media sosial. Hal ini dianggap tidak elegan dan berisiko memecah belah warga antara kubu setuju dan tidak setuju.
“Yang seharusnya dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat secara luas. Apa itu TPA, bagaimana prosesnya bukan justru larut dalam isu di medsos,” jelasnya.
Darsana berharap persoalan pengiriman sampah yang sampai saat ini baru sebatas wacana ini dapat dibahas secara elegan.
“Harapan kita alangkah bagusnya panggil kepala desa, mungkin melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau audensi libatkan stakeholder termasuk DPRD. Kita bahas bersama seperti apa sih gambarannya mengenai isu sampah. Sejauh mana kewenangan pemerintah daerah dan hak pemerintah daerah. Ini harusnya dijelaskan. Bukan ikut berpolemik di medsos,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui sejak beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh video sejumlah pemerintah desa di Kabupaten Bangli yang menyatakan dukungan terhadap rencana pengiriman sampah dari Denpasar dan Badung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bangli. Kemunculan video tersebut memicu sorotan publik. Banyak yang menduga ada arahan khusus dari pimpinan daerah terkait aksi tersebut.
Salah satu video yang ramai dibicarakan yakni video dukungan pemerintah desa terunyan, Kintamani. Dalam video tersebut pemerintah desa bersama pemerintah desa adat, BPD, tokoh masyarakat dan karang taruna desa setempat menyatakan siap mendukung TPA Landih menjadi tempat sementara pembuangan sampah Denpasar Badung demi terwujudnya pariwisata Bali yang nyaman.
Munculnya aksi seragam ini memicu dugaan adanya instruksi dari pimpinan daerah. Dugaan tersebut diperkuat dengan beredarnya potongan video rapat internal di sebuah desa. Dalam rekaman tersebut, terungkap informasi bahwa Bupati Bangli meminta masing-masing desa untuk membuat video pernyataan dengan menyatakan setuju menerima pengiriman sampah dari Pemda Badung dan Denpasar. (Dayu Swasrina/balipost)









